Yang Gres Dan Sehat Di Banyuwangi, Paket Wisata Jalan Kaki

Posted on

Paket wisata jalan kaki di Banyuwangi (Ardian/detikTravel)

Banyuwangi – Menjelajahi keindahan alam Banyuwangi tak hanya dengan berkendara memakai akomodasi kendaraan atau bersepeda. Namun juga dapat dengan berjalan kaki.

Saat ini, banyak macam proposal paket wisata alternatif berkembang di Banyuwangi. Yang terbaru, di kabupaten di ujung timur Pulau Jawa itu berkembang paket wisata jalan kaki.

Sejumlah pelaku wisata membuatkan paket ini dengan mengajak wisatawan dan komunitas penggemar jalan kaki untuk menyusuri sejumlah destinasi wisata.

Salah satu pencetus paket wisata ini yakni ‘Camino De Ijen.’ Ide untuk menciptakan paket wisata alternatif ini muncul alasannya Banyuwangi punya banyak potensi yang sayang untuk dilewatkan.

“Selama ini jika orang tiba ke Banyuwangi, menuju destinasi yang diinginkan selalu memakai alat transportasi. Nah, kami coba menciptakan sesuatu yang beda. Kami tawarkan wisata jalan kaki selama beberapa hari di Banyuwangi,” kata Koordinator Camino De Ijen, Agustina, kepada detikTravel dan sejumlah awak media, Sabtu (9/12/2017).

Dengan berjalan kaki, kata Agustina, wisatawan dapat memiliki pengalaman gres dengan lebih mengenal budaya masyarakat, keindahan alam, maupun tradisi seni di tiap daerah yang dilintasi.

“Karena itu kami bikin trip dengan berjalan kaki di desa-desa, termasuk di sekitar Gunung Ijen, menengok acara warga desa dan melewati sawah maupun perkebunan,” ujarnya.

Paket wisata ini digagas oleh kelompok Camino de Ijen (Ardian/detikTravel)Paket wisata ini digagas oleh kelompok Camino de Ijen (Ardian/detikTravel)


Tak tangung-tanggung, selama empat hari, penerima diajak menyusuri daerah Banyuwangi sejauh 100 kilometer.

Pada hari pertama, penerima menempuh rute Taman Blambangan di sentra kota menuju Desa Macan Putih yang berjarak 15 Km, kemudian menginap di desa tersebut.

Di hari kedua, perjalanan dilanjutkan ke Desa Banjar sejauh 25 KM. Rute dilanjutkan dari Taman Langit Desa Banjar menuju Rest Area Jambu di Desa Taman Sari dengan jarak 10 Km, yang tak jauh dari kaki Gunung Ijen. Hari terakhir, mereka mendaki Gunung Ijen.

“Awal Desember ini gres diikuti tujuh peserta, dari Sumatera dan Jakarta. Mereka daftar lewat media sosial. Saya yakin ke depan ini terus berkembang,” terang dia.

“Para wisatawan ini sangat menikmati perjalanan. Mereka berguru memainkan musik tradisional, membatik, menikmati kopi uthek dan nasi lemang khas Desa Banjar ketika menginap di rumah penduduk,” tambah Agustina.

Sebelumnya, rombongan komunitas Sarekat Ngobong Kalori Yogyakarta juga menikmati keindahan Banyuwangi dengan berjalan kaki selama empat hari.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku takjub dengan ide-ide kreatif penggiat wisata di Banyuwangi. Tak hanya menjual keindahan alam dan budaya, rekreasi ini juga menyehatkan.

“Kami bahagia kreativitas terus muncul. Setelah wisata bersepeda, olahraga air, wisata budaya dan sebagainya muncul, sekarang ada wisata jalan kaki. Terima kasih semua pelaku jasa pariwisata, ini sangat membantu menggerakkan ekonomi warga lewat pariwisata,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

“Wisata jalan kaki ini senang-senang sambil menyehatkan badan. Biasanya kita ini wisata terus kulineran tidak terkontrol, tapi ini ada paket wisata jalan kaki. Luar biasa. Silakan dirasakan, ini layak dicoba,” imbuh Anas.


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.