Sumur Gumuling, Masjid Diam-Diam Di Bawah Taman Sari Yogya

Posted on
Riffa Transport CV Riffa Transport bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.

Masjid bawah tanah di Taman Sari (Randy/detikTravel)

Yogyakarta – Selain Keraton Yogya, komplek pemandian Sultan di Taman Sari juga sering dikunjungi wisatawan. Namun di bawahnya, ada lorong diam-diam menuju masjid bawah tanah.

Kota Pelajar Yogyakarta tidak hanya nyaman di hati, namun juga punya banyak objek wisata sejarah yang menarik. Salah satunya yakni komplek pemandian Sultan Yogya berjulukan Taman Sari yang dahulu berfungsi sebagai kebun istana.

Berlokasi tidak jauh dari Keraton Yogya, Taman Sari cukup sering didatangi oleh wisatawan lokal sampai mancanegara. detikTravel pun sempat mampir beberapa waktu kemudian dan mengagumi pribadi keindahan komplek sejarah tersebut.

Sedikit mundur ke belakang, Taman Sari dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1758. Layaknya sebuah taman, di sana sanggup dijumpai kebun hijau, bak pemandian, jembatan gantung sampai danau buatan dan lorong bawah air.


Pintu masuk menuju Sumur Gumuling (Randy/detikTravel)

Menariknya, di balik pesona Taman Sari tersembunyi sebuah masjid tersembunyi yang disebut Sumur Gumuling. Lokasinya hanya sanggup dicapai dengan melewati lorong bawah tanah berjulukan Tajug yang menyerupai labirin.

Secara fungsi, lorong tersebut memang sengaja dibentuk untuk mengelabui penjajah Belanda. Tepat di ujung lorongnya, terdapat area melingkar dengan satu titik di tengah yang dihubungkan oleh lima tangga di sekitarnya.


Lorong panjang menuju Sumur Gumuling (Randy/detikTravel)

Diketahui jikalau titik tengah ruangan itu dulu berfungsi sebagai mimbar bagi pemuka agama untuk berdakwah. Raja dan anggota keluarga pun biasa duduk di area lorong untuk melaksanakan sholat serta aktivitas keagamaan yang dahulu tidak boleh oleh Belanda.

Desain lorong yang mempunyai dua lantai dan kedap bunyi pun semakin mendukung kekhidmatan umat untuk beribadah. Suara yang dikeluarkan di Sumur Gumuling akan saling memantul dan bergema layaknya menyerupai memakai pengeras suara, hanya saja secara tradisional.

Setiap harinya komplek Taman Sari buka dari pukul 08.00-14.00 WIB. Harga tiket masuknya yakni Rp 3 ribu dan Rp 7 ribu untuk turis asing. Tertarik untuk mampir?


Dahulu Sumur Gumuling dipakai sebagai masjid (Randy/detikTravel)


Sumber detik.com

Tim Terbaik Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda. Riffa Transport memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.