Sultan Yogya Dorong Pemkab Kembangkan Pariwisata Di Gunungkidul

Posted on

Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Gunungkidul – Sultan Hamengku Buwono X mendorong biar Pemkab Gunungkidul lebih kreatif lagi dalam menyebarkan sektor pariwisata. Apalagi ada bandara gres di Yogyakarta.

Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat sekaligus Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X ingin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul lebih kreatif dalam menyebarkan sektor pariwisata di Gunungkidul. Hal itu biar Gunungkidul tidak menyerupai raksasa yang tertidur lelap.

Dalam pidatonya, Sultan mengungkapkan rasa bangganya sebab pembangunan pariwisata di Gunungkidul berbasis komunitas masyarakat. Sehingga pendapatan masyarakat pun menyebar dan berpotensi sebagai wahana efektif untuk pengentasan kemiskinan oleh masyarakatnya sendiri.

Namun, Ngarso dalem menilai pembangunan sektor wisata di Gunungkidul harus lebih meningkat dari sebelum-sebelumnya. Mengingat ramainya destinasi wisata sanggup melahirkan multiplayer imbas pada sektor yang lebih luas.

“Tinggal Pemerintah Kabupaten (Gunungkidul) memfasilitasinya dengan memudahken jalan masuk membangun konektivitas antar objek. Sebagai contoh, dibukanya ruang publik Malioboro sebagai daerah uji coba semi pedestarian setiap Selasa Wage, maka munculah kreativitas masyarakat yang meningkatkan daya atraktif khas dan memberi nilai tambah Malioboro sebagai destinasi wisata budaya, ujar Ngarso Dalem, Kamis (20/6/2019).

Hal tersebut diungkapkan Ngarso Dalem ketika menghadiri program silaturahmi dan halal bihalal Gubernur dan Wakil Gubernur DIY di Bangsal Sewokoprojo, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Kamis (20/6/2019).

“Selain itu, secara tak terduga nanti juga akan membuka ruang-ruang kreativitas gres yang tak terprediksiken sebelumnya. Makanya bila pemerintah dan masyarakatnya kurang kreatif, Gunungkidul pun akan menyerupai raksasa yang tertidur lelap, yang tak akan mendapat apa-apa,” ucapnya.

Menurut Ngarso Dalem, pengembangan sektor pariwisata itu untuk menarik wisatawan yang mendarat di Yogyakarta Internasional Airport (YIA) untuk mengunjungi Gunungkidul. Terlebih, Gunungkidul mempunyai daya tarik wisata geopark dan pantainya, hal itu biar wisatawan yang tiba dari YIA tidak hanya tertarik ke Candi Borobudur.

“Karena itu yang harus kita bangkit ialah regional image. Makara melihat Borobudur dari Yogyakarta, bukan sebaliknya melihat Yogyakarta dari Borobudur,” ungkapnya ketika ditemui di Bangsal Sewokoprojo, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Kamis (20/6/2019).

“Makanya saya sampaikan ke Bupati (Gunungkidul), hanya 2 aja kok bergotong-royong (yang perlu dilakukan Pemkab untuk menyebarkan sektor pariwisata), dipercepat saja untuk memperbaiki menyerupai (Pantai) Baron dan sebagainya itu dipercepat, yang kedua masang PLN listrik ning Kidul (di selatan atau wilayah Pantai Gunungkidul),” imbuh Sultan.

Sultan menilai dengan pemerataan pasokan listrik di daerah Pantai akan meningkatkan jumlah penginapan di daerah Pantai. Dengan hal tersebut, nantinya akan menciptakan wisatawan betah berlama-lama ketika mengunjungi Gunungkidul.

“Gimana mereka akan bangkit penginapan dan sebagainya nek raono (kalau tidak ada) listriknya. Listrik aja, diprioritaskan untuk masuk selatan, kami sanggup bantu anggarannya,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Gunungkidul, Badingah mengaku akan menyebarkan sektor pariwisata di Gunungkidul. Salah satunya dengan menggencarkan promosi tempat-tempat wisata yang ada di Gunungkidul.

“Tentunya kita berpikir jauh kedepan, khususnya bagaimana menyebarkan sektor pariwisata dan harus berhasil. Kita juga sudah punya suatu kreatifitas untuk membangun Pantai Baron dan memperluas areal parkir Pantai Krakal,” katanya ketika ditemui di Bangsal Sewokoprojo, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Kamis (20/6/2019).

“Terus infrastruktur tetap harus dibenahi, baik jalan, jembatan, ketersediaan air dan listrik. Untuk infrastruktur berupa jalan, kita mulai bangkit jembatan penghubung Gunungkidul dan Sleman, itu upaya kami untuk menarik wisatawan ke Gunungkidul,” imbuh Badingah.


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.