Soal Status Geopark, Untung Ruginya Apa?

Posted on

Geopark Rinjani, Lombok, NTB (dok. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani)

Mataram – Ada beberapa daerah di Indonesia yang disematkan sebagai daerah geopark. Apa sih untuk ruginya geopark itu?

Adanya geopark bukan berarti menciptakan suatu acara yang istimewa di tengah-tengah masyarakat, tetapi menjadikannya lebih bernilai dalam peningkatkan nilai konservasi, pendidikan dan ekonomi. Demikian dikatakan Kusnadi, analis geologi di Dinas ESDM NTB mengutip Sharina, seorang pakar pengembangan sosial masyarakat dari Universitas Kebangsaan Malaysia dikala Kusnadi mengikuti Regional Course on Geopark Langkawi Malaysia pada Oktober lalu.

Kursus singkat itu dibentuk oleh Geopark Langkawi untuk seluruh geopark se-Asia Pasific supaya lebih meningkatkan pemahaman anggota Global Geopark Network dalam pengelolaan geopark di masing-masing negara.

Kusnadi menjelaskan, dalam suatu geopark, masyarakat pada umumnya menjalankan acara kesehariannya berdasarkan kebiasaan dan tradisi sekitar. Suatu hal yang mungkin tidak istimewa.

Contoh nyatanya di Indonesia mirip masyarakat yang tinggal di sekitar situs geologi gunung api purba Ngelanggeran. Kehidupan masyarakat di sana ialah bertani dan berkebun. Tetapi dengan adanya geopark justru menciptakan acara biasa tersebut lebih bernilai ekonomi bagi masyarakatnya.

Soal Status Geopark, Untung Ruginya Apa?Gunung Tambora (dok. Balai Taman Nasional Tambora)



“Aktivitas masyarakat dalam bertani dan berkebun ternyata jadi atraksi wisata yang menarik bagi para pengunjung di desa geowisata itu,” tutur Kusnadi kepada detikTravel, Selasa (6/11/2018).

Ngelanggeran ialah suatu daerah di Gunungkidul yang masuk dalam daerah Geopark Gunung Sewu. Daerah itu menjadi pola pengelolaan geopark yang paling berhasil di Indonesia.

Dulunya Ngelanggeran merupakan daerah tandus dan bukan obyek wisata yang menarik. Tapi dengan adanya geopark daerah itu menjadi tujuan wisata yang sangat ramai dikunjungi dikala ini di daerah Yogyakarta.

Masyarakat di Ngelanggeran juga mendapat manfaat dari acara kesehariannya. Mereka juga mendapat suplemen income yang cukup tinggi dari kunjungan wisatawan yang ingin melaksanakan outbound di sana.

Selain menambah nilai manfaat yang cukup tinggi dari hasil olahan pertanian dan perkebunan, alhasil lainnya pun dibentuk menjadi souvenir yang sangat menarik dan bernilai ekonomi.


Kendati demikian, Kusnadi mengakui untuk mencapai tujuan nilai kebermanfaatan itu bukan perjuangan jangka pendek. Dibutuhkan manajerial yang pionir dalam merubah maindset masyarakat untuk lebih berpikir geopark, yakni konservasi, pendidikan dan peningkatan nilai ekonomi.

Soal Status Geopark, Untung Ruginya Apa?Peserta Regional Course on Geopark Langkawi Malaysia. (dok. Kusnadi)


“Tentunya dalam melaksanakan semua itu harus ada perjuangan yang gigih, kreativitas, waktu yang panjang dan dana,” ujarnya.

Ada alasan, kata dia, ketika meletakkan kriteria pendanaan pada urutan paling belakang, alasannya ialah berdasarkan Kusnadi, pendanaan itu sanggup didapat ketika pengelola mempunyai 3 kriteria geopark tadi; konservasi, pendidikan, dan ekonomi.

“Ini mirip kita mencari investor untuk sebuah usaha, tentunya kalau perjuangan itu belum ada bentuk dan tidak kelihatan prospeknya untuk berhasil,e tidak ada yang mau menggelontorkan dananya di perjuangan itu,” imbuhnya.

Lantas di NTB, bagaimana upaya itu sanggup berjalan lancar kalau tidak ada dana sama sekali? Kata Kusnadi, pemerintah daerah NTB sudah mempunyai kesepakatan yang besar lengan berkuasa untuk pengembangan geopark yang ada di wilayah NTB.

“Ini ialah modal yang besar lengan berkuasa dan juga sebagai stimulus dalam menjalankan acara kemasyarakatan untuk geopark, tinggal kita mau memanfaatkan itu,” kata Kusnadi.


Lebih jauh dikatakannya, beberapa geopark di Indonesia dan dunia tidak mempunyai kesamaan dalam pengelolaan suatu geopark dan tidak ada hukum baku yang rigid dalam pengelolaannya. Pemerintah hanya tetapkan daerah cagar alam geologi.

“Di sini ada dampak positif dan negatif, namun saya rasa dampak positifnya jauh lebih banyak, di mana masyarakat diberikan keleluasaan dalam berkreasi mengelola daerah geopark selama tidak bertentangan dengan konsep sustainable development,” kata dia.

Beda halnya dengan taman nasional yang begitu rigid aturannya, sehingga masyarakat kurang diberikan keleluasaan dalam pengelolaan kawasan.

Roh suatu geopark sebagai konsep pengelolaan yang berwawasan lingkungan dengan tujuan utamanya menyadarkan masyarakat akan pentingnya arti geoheritage dan merekalah yang menjadi polisi dalam menjaganya.

“Tentunya polisi juga butuh gaji, dengan pengelolaan yang berkonsep sebesar-besarnya manfaat untuk masyarakat, tentunya masyarakat secara tidak pribadi mendapat honor dari sana,” urai Kusnadi.

Tim pengelola suatu geopark terdiri dari jago perencanaan, geologist, biologist, pengembangan masyarakat dan publikasi.

Di Provinsi NTB, sudah semestinya stategi pengelolaan perihal keberadaan Geopark Rinjani dan Geopark Tambora akan jauh lebih efektif.


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.