Ritual Jumat Kliwon Di Gunung Tidar

Posted on

Tugu di Gunung Tidar (Eko Susanto/detikTravel)

Magelang – Gunung Tidar bukan cuma bagus dan segar dengan pepohonan. Gunung di Magelang ini juga sarat dengan ritual-ritual pada jumat kliwon.

Traveler yang tiba dari luar kota dan ingin menaiki puncak Gunung Tidar sangat simpel menemukannya. Pengunjung nantinya sesudah memasuki Kota Magelang , Jawa Tengah , utamanya dari arah Yogyakarta, akan menemukan gong besar bertuliskan Wisata Budaya Gunung Tidar.

Untuk hingga di puncak Gunung Tidar, sudah dibangun tangga naik yang dilengkapi tempat istirahat kalau kelelahan. Dengan menaiki 574 tangga dan perjalanan sekitar 15 menit, nantinya akan hingga puncak Gunung Tidar di 506 mdpl. Retribusi masuk pun cukup dengan membayar Rp 3.000 per orang.

Dalam sepanjang perjalanan menuju puncak Gunung Tidar, traveler akan menemukan jenis pinus, pohon khaya, asem londo, salak dan jenis tanaman lainnya. Kita berjalan menaiki ratusan anak tangga di bawah rerimbunan pohon pinus yang sejuk dan nyaman. Masih juga terdengar ocehan burung-burung, bahkan terkadang sanggup bertemu dengan kera ekor panjang.

Di Gunung Tidar ini pun terdapat makam Syeh Subakir, Kyai Sepanjang dan Makam Mbah Semar. Entah ini makam sungguhan atau sejatinya hanya petilasan. Pengunjung yang tiba ke Gunung Tidar, kebanyakan berziarah.

(Eko Susanto/detikTravel)(Eko Susanto/detikTravel) Foto: undefined

Ada juga rombongan peziarah yang tiba malam hari. Turis maupun masyarakat sekitar yang tiba menuju puncak Gunung Tidar biasanya hanya sekadar jalan-jalan menikmati keindahan dan pemandangan pepohonan menghijau tersebut. Selain itu, di puncak Gunung Tidar terdapat tugu.

Kepala UPT Kawasan Gunung Tidar, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang, Widodo mengatakan, daerah yang ada di Gunung Tidar mencakup Gunung Tidar dan sekitarnya menyerupai Magersari dan Trunan. Untuk para peziarah yang ramai tiba pada bulan atau penanggalan Jawa menyerupai Rejeb, Ruwah dan Sura.

“Untuk berziarah di Gunung Tidar, ada kelompok tertentu yang melaksanakan pada Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon. Yang ramai pada bulan Rejeb, Ruwah dan Sura,” kata Widodo ketika ditemui di kantor UPT Kawasan Gunung Tidar, Kamis (21/2/2019).

Pengunjung yang tiba menuju puncak Gunung Tidar tiba dari banyak sekali kota. Bagi para peziarah tiba secara berombongan mencater bus, ada juga yang tiba membawa kendaraan beroda empat pribadi. Pada bulan Januari 2019, pengunjung tercatat sebanyak 5.521 orang, sedangkan bulan Februari hingga kemarin tercatat sekitar 2.300-an pengunjung.

(Eko Susanto/detikTravel)(Eko Susanto/detikTravel) Foto: undefined

“Retribusi masuk Gunung Tidar sebesar Rp3.000, ini sesuai dengan Perda Nomor 4 Tahun 2017 perihal Perubahan atas Perda Nomor 18 Tahun 2011 perihal Retribusi Jasa Usaha. Di Gunung Tidar tersedia kemudahan menyerupai toilet, lampu penerangan dan sebagainya,” katanya.

Menurut Widodo, binatang yang berada di Gunung Tidar antara lain kera ekor panjang, banyak sekali jenis burung dan ular. Untuk itu, keberadaan tetap dijaga.

“Kawasan ini harus dipertahankan tetap hijau, lestari serta semua harus mendukung keberadaan Gunung Tidar ini,” ujar dia.

Salah satu peziarah, Mugiyono (36), warga Parakan, Temanggung, mengaku, tiba ke Gunung Tidar rombongan bersama 29 orang. Kedatangan untuk berziarah di Makam Syeh Subakir.

 (Eko Susanto/detikTravel) (Eko Susanto/detikTravel) Foto: undefined

“Kami dari Parakan pertama ke sini (Makam Syeh Subakir), terus ini mau melanjutkan menuju Yogya dan Bayat Klaten,” ujarnya.

Pengunjung lain di Gunung Tidar, Ariadi Brata Kusuma (31), warga Kota Magelang mengaku, sengaja tiba untuk jalan-jalan. Hal ini dilakukan alasannya sudah usang tidak naik menuju Gunung Tidar dan diakui tiket masuknya murah.

“Tiket masuk murah, suasana enak, kebetulan sepi, kemudahan bagus, ada warung, toilet dan musala. Suasananya yummy dan sejuk. Terkadang kesini baca buku-buku,” tuturnya.

Salah satu penjaga makam, Sumarlan (63), menambahkan, para peziarah yang tiba menuju Gunung Tidar tiba dari banyak sekali kota. Untuk bulan Ruwah dan Sura, hampir 24 jam peziarah tiba silih bergantian dari banyak sekali kota.

“Bulan Ruwah dan Sura, sebulan 24 jam ramai hampir seluruh Indonesia ke sini,” katanya.


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.