Polemik Peternakan Ayam Gunung Sewu, Kenapa Amdal Sangat Penting?

Posted on

Foto: (Youtube/BADAN GEOLOGI INDONESIA)

Jakarta – Peternakan ayam di Geopark Gunung Sewu, Gunungkidul, jadi polemik alasannya dibangun tanpa izin Amdal. Padahal Amdal bukan izin sembarangan.

Hal itu dijelaskan Erik, staf Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan/atau Kegiatan KLHK. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pun tak dapat berdiri sendiri.

“Amdal yaitu salah satu instrumen pinjaman lingkungan dan sosial. Tidak bekerja sendiri. Untuk mewujudkan acara ramah lingkungan,” kata Erik di sela-sela briefing bersama wartawan di Gedung Mandala Wanabakti, KLHK, Rabu (19/9/2018).

“Amdal yaitu izin lingkungan dasar sebelum izin lain dikeluarkan. Amdal ini merupakan hasil dari kajian imiah,” imbuh Erik.

Perizinan amdal yaitu ketika pertama kali sebelum melaksanakan sebuah perjuangan atau kegiatan. Oleh alasannya itu harus diketahui secara benar di mana letak lokasi usahanya.

“Maka izin perjuangan itu harus sesuai tata ruang. Masyarakat di sini juga terlibat di Amdal sampai bila ada pelanggaran dapat menggugat,” ucap dia.

Mengenai proses perizinan Amdal, Erik menjelaskan bahwa pihaknya mempunyai standar tertentu. Walau di daerah lindung harus dilihat sesuai peraturannya apakah boleh dibikin acara perjuangan tertentu atau tidak.

“Kita punya NSPK wacana Amdal. Pertama toolsnya ada screening. Dilihat apakah itu di daerah lindung atau tidak. Jika dibolehkan maka proses Amdal berlanjut. Kalau nggak boleh proses Amdal selesai. Jika berlanjut maka yang paling penting yaitu dokumen Amdal itu dapat mengaddres semua aspek teknis tadi,” urai Erik.

“Contoh kasus semen di Rembang itu digugat masyarakat dapat digugat dan dibatalkan. Poin-poin informasi palsu yang terkandung dalam dokumen Amdal menguatkan suatu tuntutan biar izin dapat dibatalkan,” kata dia.

Dalam kasus peternakan ayam milik PT Widodo Makmur Unggas, menurut Perda RTRW Gunungkidul, wilayah Semanu memang boleh ada peternakan unggas. Namun Bupati Gunungkidul Badingah mengakui bila peternakan itu belum punya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

“Saat ini (pengurusan Amdal) masih dalam proses masa transisi dari sistem perizinan manual ke sistem online single submission (OSS). Maka diharapkan waktu yang cukup untuk pembahasan Amdal tersebut,” ungkap Badingah.

Namun masalahnya bukan cuma itu. Diduga, peternakan ayam ini melanggar Perda Kabupaten Gunungkidul No 6/2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2030. Nah, aturan yang dilanggar bukan soal lokasinya, tapi cara pembangunannya yang merusak alam.

Pasal 75 abjad d menegaskan bahwa acara di Zona Kawasan Lindung Geologi yang dihentikan yaitu acara yang berpotensi merusakkan bentukan karst dan ekosistem karst. Namun Cahyo Alkantana, pengelola Gua Jomblang dan daerah Geopark Gunung Sewu di Gunungkidul, DI Yogyakarta, sekaligus Ketua Asosiasi Wisata Goa Indonesia (ASTAGA), memberi kesaksian peternakan ayam ini sudah membabat 5 bukit karst!

“Saya sudah tiba ke sana dan survei langsung. 5 Conical karst sudah dipenggal menjadi lahan rata. Itu ada peraturannya dan ada undang-undang tertulis. Siapapun yang mengubah bentang alam daerah karst sudah termasuk ranah aturan pidana,” katanya kepada detikTravel, Rabu (12/9).


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.