Perluas Pasar Asia, Kemenpar Gelar Sales Mission Di Tokyo

Posted on

Foto: Dok Kemenpar

Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus berupaya menggaet para wisatawan mancanegara (Wisman) supaya sanggup mendongkrak industri pariwisata di Indonesia. Salah satunya, lewat Sales Mission dalam ekspo Tourism Expo Japan (TEJ 2018) di Tokyo Big Sight, Tokyo, pada 20-23 September 2018.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan bahwa pasar Jepang itu tetap potensial. Jepang itu sangat fokus dengan informasi safety and security, tidak mau ambil risiko, alasannya abjad masyarakatnya yang sangat konservatif, hati-hati.

“Karena itu harus didekati dengan cara yang hati-hati pula. Kesukaan orang Jepang itu menyerupai dengan Korea, main golf, pantai, budaya. Soal golf, mereka sangat senang, alasannya di Indonesia sepanjang tahun sanggup main golf, Jepang dan Korea kalau animo hambar atau panas, orang tidak banyak bermain outdoor,” ujar Arief, dalam keterangan tertulis, Kamis (27/9/2018).


Arief menambahkan, pasar Jepang mengalami stagnansi, alasannya itu perlu dicari strategi, untuk mendekati konsumen milenial Jepang.

“Apalagi waktu tempuh Jepang Indonesia sekita 7 jam, jarak menengah yang masih sanggup dikembangkan,” kata Arief yang membawa Kemenpar No 1 dan terpilih sebagai #TheBestMinitryOfTourism2018 se Asia Pacific di Bangkok, 20 September 2018 ini.

Dalam acara sales mission kali ini, kemenpar mendapat hasil luar biasa, diperoleh akad penambahan wisman (Incremental Pax) hasil kerja sama mencapai 28.550 pax. Di ekspo ini, terjadi aktivasi pada booth Indonesia antara lain ekspo B to B dan B to C, dan pelayanan informasi pariwisata.

“Ada business to business (B2B) meeting sehingga tercipta kerja sama bisnis sehingga meningkatkan angka kunjungan wisatawan,” kata Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata II Nia Niscaya.

Kemenpar memfasilitasi 37 pelaku industri pariwisata dari aneka macam provinsi untuk mengikuti program itu. Mereka bergerak pada jasa agen perjalanan, hotel, Pemda, cruise, pengelola destinasi wisata, theme park, sampai maskapai penerbangan.

“Ini bursa pariwisata tahunan terbesar di Jepang. Diikuti lebih dari 1.100 buyers dan seller dari 150 negara dengan 1.100 booth. Pengunjungnya juga lebih dari 175 ribu orang,” ungkap Nia.

Selain itu, dibawa juga Organizing Committee Hot Deal dan 6 Dinas Pariwisata Daerah, antara lain DKI Jakarta, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta.

Selama pameran, Kemenpar sukses mendapat Incremental Pax hasil kerja kama Wholesaler/Airlines. Selama Oktober-Desember 2018 sebanyak 8.050 pax, sedangkan untuk Januari-Desember 2019 sebanyak 20.500 pax.

“Totalnya 28.550 pax. Prediksi Pax atau potensi nilai transaksi Seller selama B2B/B2C meeting, jumlah wisman 41.360. Ini meningkat sekitar 7% dibandingkan 2017. Sedangkan prediksi nilai potensial transaksi USD 42,021,760,” papar Nia.

Tidak hanya itu, dalam acara ini juga terjadi penandatanganan Marketing Cooperation Agreement antara Kemenpar dan Garuda Indonesia berupa inkind promotion. Periode Oktober-Desember 2018 sebesar 3.250 pax, sedangkan periode Januari-Maret 2019 3.500 pax, total keseluruhan 6.750 pax.

TEJ 2018 ini merupakan kerja sama dari Japan Travel and Tourism Association (JTTA), Japan Association of Travel Agents (JATA) dan Japan National Tourism Organization (JNTO). Hasil dari acara ini akan dipublikasikan di media Jepang sehingga orang tertarik membeli paket-paket harga khusus.

Indonesia sebagai silver sponsor, memperoleh privilege. Di antaranya logo exposure on all the TEJ printed materials, perhiasan 4 free booth, feature article on the organizer’s media, seminar opportunities, dan pemutaran video WI di layar tv selama 15 detik.


Kesempatan ini juga dimanfaatkan Kemenpar melalui pertunjukan seni budaya, menyerupai kesenian khas Bengkulu yang dikolaborasi dengan kesenian Angklung dan Tarian Bali di booth dan di panggung utama. Tidak hanya itu, kopi khas Indonesia juga turut disajikan.

Dalam program ini, Kemenpar memperoleh penghargaan ‘Regional Category Awards’ atas prestasi pembuatan dan promosi film hasil kerja sama Indonesia-Jepang ‘Umi wo Kakeru/Man from the Sea’ di Aceh. Penghargaan juga didapat atas penyelenggaraan program olahraga ‘Jakarta Marathon’ yang kontinyu setiap tahun.


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.