Perkuat Mice, Kemenpar Gelar Sosialisasi Inaceb Di Surabaya

Posted on


Jakarta – Kementerian Pariwisata menggelar Sosialisasi Indonesia Convention and Exhibition Bureau (INACEB) di Hotel Grand Mirama Surabaya pada Minggu (10/9/2017).

INACEB merupakan kawan strategis promosi acara MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions). Di kesempatan ini juga digelar sosialisasi INACEB.

“Ini merupakan jadwal sosialisasi INACEB pertama. Tujuannya mendekatkan INACEB dengan kota-kota industri MICE yang telah ditetapkan Kemenpar sehingga nantinya sanggup diupayakan kerja sama yang besar lengan berkuasa dalam menyebarkan industri MICE di Indonesia,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti.

Esthy menyatakan, banyak pengetahuan dan jaringan gres didapat dari sosialisasi ini. Selain itu, pertemuan ini diyakini bisa memantapkan posisi INACEB yang akan membantu wisata MICE.

“Ini acara yang manis untuk menjalin kerja sama dan memperluas networking. Kita memang fokus pada wisata MICE. Nanti akan dirancang kerja sama INECEB dalam mendukung kota-kota yang mempunyai objek wisata, akomodasi convention hall, lengkap amenitasnya, dan mempromosikan MICE-nya,” terang Esthy.

Sementara Kepala Bidang Promosi Wisata Pertemuan dan Konvensi Asdep Bisnis dan Pemerintah Kemenpar Eddy Susilo menjelaskan, sosialisasi yang bertema ‘Menjadikan Indonesia sebagai destinasi MICE dunia melalui Pemasaran integrasi kerja sama Kementerian Pariwisata dan INACEB’ ini mengundang 100 peserta.

Ratusan penerima ini mewakili industri MICE di daerah, asosiasi, akademisi, media, dan pemerintah tempat terkait.

“Kita hadirkan dua sesi paparan. Tahap pertama ada dua materi. Yang pertama dibawakan Riyanthi Handayani dengan topik Potensi MICE dalam mendatangkan wisatawan mancanegara dan kedua disampaikan Christina L Rudatin yang membawakan topik INACEB sebagai organisasi pemasar destinasi,” kata Eddy.

Dalam paparan tahap kedua, ada dua bahan yang akan disampaikan ke audience. pertama disampaikan kembali oleh Riyanthi Handayani dengan bahan Peranan INACEB bagi industri dan pemerintah. Materi kedua yang merupakan paparan terakhir disampaikan Christina L Rudatin dengan bahan jadwal ‘INACEB dan Kerja sama dengan Pemerintah’.

“Sosialisasi ini tidak akan berhenti di Surabaya. Ini akan kami lanjutkan di beberapa kota MICE di-Indonesia dan untuk tahun ini kami programkan ke Yogyakarta dan Makassar,” tambah Eddy.

Keberadaan INACEB juga akan mengintegrasikan seluruh kekuatan industri MICE untuk sanggup bersaing di pasar internasional.

Sebab jikalau karakteristik pasar MICE fokus pada asosiasi dan korporasi akan lebih efektif untuk dimenangkan melalui kekuatan kelompok atau destination team dalam wadah INACEB.

Dalam 5 tahun ke depan, INACEB akan menjalankan 3 skala prioritas jadwal kerja. Pertama, penguatan database destinasi dan pasar target yang potensial dalam rangka menyebabkan INACEB sebagai voice of MICE Indonesia.

Kedua, mengoptimalkan acara promosi, baik ketika berpartisipasi dalam trade show di banyak sekali negara, maupun delegate boosting yang bertujuan untuk mendongkrak jumlah delegasi yang hadir pada jadwal MICE.

Selain itu INACEB juga akan meningkatkan network dengan membangun relasi internasional sebagai anggota di asosiasi MICE menyerupai ICCA, UFI, UIA, AACVB. Ketiga, Memenangkan bidding dengan kerja sama yang lebih baik dengan asosiasi nasional melalui Ambassador Program.

Bagi Menpar Arief Yahya, sosialisasi INACEB sangat penting. INACEB diyakini bisa membantu meningkatkan potensi pameran, konferensi dan jadwal bisnis dalam mengkontribusi pendapatan sektor pariwisata Indonesia serta dampak ekonomi yang signifikan melalui peningkatan jumlah pengunjung, tingkat hunian Hotel, penerbangan dan high spending power dari delegasi MICE.

“INACEB yaitu solusi. Industri MICE kurang berkembang akhir ketiadaan forum yang mengurus. Saya berharap INACEB bisa meningkatkan posisi Indonesia dalam ICCA ranking Asia dan Pasifik, dari posisi ke 12 dengan 76 acara MICE, ke nomor 8 dengan jumlah penyelenggaraan acara MICE 150 acara MICE di 2019,” kata dia

“Selain itu, INACEB juga ikut memperlihatkan donasi kunjungan wisatawan mancanegara hingga 2 juta di tahun 2019. Jumlahnya meningkat hampir 10 kali lipat dari capaian di 2015,” tutup Arief.


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.