Menpar Arief Apresiasi Pembukaan Bandar Udara Di Gunung Kidul

Posted on


Yogyakarta – Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya mengapresiasi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendukung bermacam-macam kegiatan kerja Kementerian Pariwisata. Apalagi Arief meyakini visinya untuk Indonesia dengan Budi sejalan.

“Saya percaya Mas Budi Karya, ia DNA-nya sudah pariwisata. Lama bergerak di industri pariwisata, jadi sudah memahami utuh seni administrasi 3A dalam konsep pengembangan destinasi dan industri,” kata Menpar Arief Yahya.

Atraksi, Akses dan Amenitas, tiga halyang tidak bisa dipisahkan dalam pengembangan destinasi. Dalam hal Akses, Kemenhub amat berperan penting. Akses wisman yang masuk ke Indonesia itu 75% melalui udara, sisanya melalui penyeberangan di Kepri, cruise di 5 port, dan pelintas batas di perbatasan.

“Dengan menyentuh salurah udara, menaikkan seats capacity, maka opportunity penambahan jumlah wisman juga makin besar,” katanya.

Salah satu yang diapresiasi Menpar Arief Yahya yaitu kegiatan pengoperasian Bandara Gading, sebagai bandara komersial untuk membuatkan pariwisata Gunung Kidul, Yogyakarta.

“Bandara Gading telah dibangun, namun untuk melayani penerbangan komersial harus dievaluasi terlebih dahulu, terutama terkait dengan keselamatan dan keamanannya. Kemenhub akan membicarakan dengan Pemerintah Daerah untuk membahas problem tersebut,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam Seminar Nasional Pengembangan Industri Pariwisata Gunung Kidul beberapa waktu lalu.

Bandara Gading itu ada di Gunung Kidul, dengan spesifikasi landas pacu 900m. Menurut Budi Karya, pengoperasian bandara tersebut sanggup dikembangkan untuk penerbangan pribadi maupun pesawat jenis ATR, yang dibutuhkan bisa mendukung pengembangan potensi pariwisata dan kemaritiman di Gunung Kidul.

Mantan Dirut PT Pembangunan Jaya Ancol Jakarta itu menyebut transportasi bisa berdampak eksklusif pada belanja wisata. “Komponen biaya untuk transportasi sanggup mencapai 30-40% dari keseluruhan biaya wisata, apalagi kalau wisatawan harus menempuh long haul flight. Karena itu connectivity menjadi faktor pendukung besar dalam pengembangan sektor pariwisata,” ujar Menhub.

Kemenhub telah menyiapkan pengembangan infrastruktur udara dan kereta api di Yogyakarta. Menhub pun telah mengunjungi titik perlintasan KA Yogyakarta-Magelang. Hasilnya, Kemenhub akan mereaktivasi jalur lintas KA Yogyakarta-Magelang.

“Jalur kereta api dari Stasiun Sentolo akan dibentuk eksklusif menuju Candi Borobudur untuk lebih mendorong kunjungan wisatawan khususnya ke Candi Borobudur di Magelang, Provinsi Jawa Tengah dan sore ini aku akan berbicara dengan Direksi PT Borobudur untuk planning pengembangan Candi Borobudur,” tegas Menhub.

Selain itu, Menhub juga menambahkan, BUMN juga telah berperan aktif dalam pengembangan pariwisata di Provinsi Yogyakarta dengan keterlibatan PT. Angkasa Pura I (Persero).

“Karena kapasitas Bandara Adisutjipto yang sudah tidak memadai, maka dibangunlah Bandar Udara di Kulon Progo. Pembebasan tanahnya sudah 70% dan kegiatan konstruksi akan dimulai pada tahun 2017 dan direncanakan akan tamat pada tahun 2019,” kata Menhub.

Menhub menyampaikan bandara di Kulon Progo itu rencananya sebagai pendukung sektor pariwisata dan sektor industri di Kabupaten Kulon Progo dan Kota Yogyakarta. Seperti Kawasan Industri Ringan Tuksono, Kawasan Industri Pertanian dan Peternakan Banguncipto yang terintegrasi dengan Kawasan Industri Sentolo dan Bukit Menoreh.

Selain itu, juga untuk mendukung aksesibilitas pada tempat pelabuhan dan Industri Perikanan Adikarto, Kawasan Wisata Pantai Glagah dan Kawasan Wisata Bantul. “Saya harap pembangunan bandar udara di Kulon Progo ini sanggup meningkatkan perkembangan ekonomi berupa peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), meningkatkan kualitas lingkungan dan kualitas sosial serta sanggup meningkatkan lapangan kerja,” ujar Menhub.

Kemenhub sebagai regulator bidang transportasi udara punya kiprah untuk prasarana dan sarana yang memadai guna mendukung mobilitas insan dan kelancaran arus barang. Selain itu, untuk mewujudkan sistem transportasi yang efektif dan efisien. ”

Tentu ini akan sangat mendukung pengembangan destinasi pariwisata yang aman, nyaman, menarik, gampang dicapai, berwawasan lingkungan, meningkatkan pendapatan nasional, daerah, dan masyarakat,” katanya.

Gunung Kidul punya potensi pariwisata alam dan budaya, yang butuh santunan transportasi. Banyak destinasi yang muncul sebab masyarakat yang sangat ramah, menyerupai Goa Pindul, Pantai Baron, Pantai Indrayanti, Pantai Pengilon, Air Terjun Sri Getuk, Goa Jomblang, dan lain-lain.

Sementara Yogyakarta telah ditetapkan sebagai salah satu 10 destinasi branding, atau objek wisata yang sudah masuk dalam map Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.