Mengintip Kastil Di Lereng Merapi Yang Jadi Kontroversi

Posted on

Foto: (Sukma/detikTravel)

Yogyakarta – Ada kastil megah yang sedang dibangun di lereng merapi, DI Yogyakarta. Bangunan ini memang menarik buat turis, tapi juga mengundang kontroversi.

Sebuah kastil di lereng Gunung Merapi, Sleman belakangan menjadi incaran gres wisatawan. Selain menyuguhkan bangunan kastel megah, pengunjung juga mendapatkan posisi yang pas untuk menikmati Kota Yogyakarta dari ketinggian sekaligus Gunung Merapi.

Letak kastil ini berada di Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah spesial Yogyakarta. Untuk mencapai kastil yang dinamai The Lost World Castle ini dari sentra kota diharapkan kira-kira 1,5 jam perjalanan.

Saat ini kastil sudah masuk menjadi salah satu tujuan wisata yang ditawarkan oleh para penyedia jasa jeep wisata di tempat Kaliurang, Sleman. Meski begitu, dusun ini sanggup dicapai dengan gampang memakai kendaraan pribadi baik kendaraan beroda empat atau motor. Namun tetap harus berhati-hati lantaran di beberapa jalur kondisinya rusak dan berbatu.

Mengintip Kastil di Lereng Merapi yang Makara KontroversiFoto: (Sukma/detikTravel)

Begitu memasuki Dusun Petung, pengunjung akan disambut sebuah gapura besar bertuliskan The Lost World. Gapura raksasa ini dibentuk dengan model yang akan mengingatkan kita pada film Jurassic Park.

Sekitar 300 meter dari gapura itu, akan tampak sebuah bangunan kastil megah di sisi kanan jalan. Kastil tersebut letaknya tak jauh dari lokasi Museum Omahku Memoriku.

Belum usang dibuka untuk umum, kastil ini sudah mulai terkenal di media sosial. Sang pemilik, Ayung (46) bercerita kastil yang mulai dibangunnya pada selesai 2013 ini rata-rata dikunjungi 1.000 orang setiap harinya.

“Ya hanya untuk foto saja. Silakan berkeliling saja,” kata Ayung ketika ditemui detikTravel di kastilnya pekan lalu.

Mengintip Kastil di Lereng Merapi yang Makara KontroversiFoto: (Sukma/detikTravel)

Ayung bercerita wangsit pembangunan ini awalnya lantaran beliau melihat potensi wisata di lokasi yang terletak di 6 km dari puncak Merapi.

“Pemandangan di sini bagus. Dan lagi untuk memberdayakan masyarakatnya,” kata Ayung.

Pembangunannya memang belum rampung. Untuk itu, pengunjung hingga ketika ini masih menerima diskon 75% untuk tiket masuknya. Dari harga Rp 60 ribu, pengunjung cukup membayar Rp 15 ribu saja.

Begitu memasuki gerbang utama, traveler eksklusif disuguhi pemandangan Kota Yogyakarta dari ketinggian. Pagar berwarna merah menyala menjadi pembatas untuk pengunjung yang ingin berfoto dengan latar perkotaan di kejauhan dan langit yang luas.

Mengintip Kastil di Lereng Merapi yang Makara KontroversiFoto: (Sukma/detikTravel)

Menjelajahi lebih jauh, di sebelah timur kastil terdapat sebuah kerangka binatang purba tiruan berukuran raksasa. Kerangka tiruan ditata di tanah seolah gres saja ditemukan, lengkap dengan garis kuning kolam garis polisi di sekelilingnya.

Sedangkan di sisi sebelah barat, bangunan kastil ini menghadirkan suasana bangunan berdinding kerikil yang instagramable. Banyak sudut mulai dari balkon, teras dan jendela-jendelanya yang sanggup jadi lokasi berfoto.

Di kastel ini juga, kalau cuaca cerah, pengunjung akan menerima pemandangan gagah dan menakjubkannya Gunung Merapi.

Selain sedang kondang lantaran keunikan dan kecantikannya, istana ini juga sedang hangat diperbincangkan lantaran status bangunannya yang tak berizin. Bangunan ini berdiri di tempat rawan peristiwa (KRB) 3 erupsi Gunung Merapi.

Surat Peringatan (SP) 3 akan segera dilayangkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman alasannya kastil tersebut masih mendapatkan pengunjung.

Sedangkan di dua surat peringatan sebelumnya, Ayung sudah diperingatkan supaya segera menghentikan pembangunan dan operasionalnya.

Mengintip Kastil di Lereng Merapi yang Makara KontroversiFoto: (Sukma/detikTravel)

Di dalam surat tersebut dituliskan pembangunannya melanggar Perda Kabupaten Sleman Nomor 12 Tahun 2012 Tentang RTRW. Lokasi kastel termasuk dalam area terdampak eksklusif erupsi tahun 2010.

Selain itu, pembangunan tersebut juga melanggar Peraturan Bupati Sleman Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Kawasan Rawan Bencana Gunung Merapi.

“Lokasi dimaksud termasuk dalam tempat rawan peristiwa Gunung Api Merapi III yang dihentikan berdirinya bangunan dan hunian,” tulis surat yang diteken eksklusif oleh Kepala Dinas PU Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman Sapto Winarno dan ditembuskan ke sejumlah pihak di antaranya Bupati Sleman, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Sleman, dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman.

Disampaikan pula dalam surat itu, The Lost World Castle terletak di titik koordinat S 7.6039609 E 110.4510532. Dalam surat bernomor 643/0204/2017 disebutkan, kalau dalam waktu tujuh hari sehabis SP 2, Ayung tak mengindahkan surat tersebut maka akan ada tindakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menanggapi surat peringatan itu, Ayung beralasan bangunan ini bukan untuk hunian. “Ini kan bukan untuk dihuni. Kalau sore tutup, Gunung Merapi juga statusnya niscaya selalu ada tahapannya,” kata Ayung.


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.