Majukan Pariwisata, Kemenhub Kembangkan Sejumlah Bandara Baru

Posted on

Ilustrasi Bandara Matahora Wakatobi (Melissa Bonauli/detikTravel)

Jakarta – Demi memajukan pariwisata, Kemenpar dan Kemenhub menjalin kerja sama. Kemenhub berkomitmen menyebarkan sejumlah bandara baru.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memuji keseriusan dan komitmen Kemenhub untuk membantu memajukan bidang pariwisata. Itu sesudah saluran untuk menuju Wakatobi dibuka dan dibentuk lebih nyaman lewat Bandara Matahora yang diresmikan tahun lalu.

“Terima kasih Pak BKS (Menhub Budi Karya Sumadi – red). Saya merasa punya sahabat, bukan hanya secara personal, tetapi juga dalam membangun kinerja kepariwisataan di pemerintahan Presiden Joko Widodo. Saya terharu dan tersanjung mendengar langsung, bahwa sasaran 15 juta wisman Kemenpar sama dengan sasaran Kemehub untuk menyediakan aksesibilitasnya. Luar biasa!” ungkap Arief dalam rilis pers yang diterima detikTravel, Rabu (22/2/2017).

Menurut Arief, dengan sasaran wisman 2017 sebesar 15 juta, itu berarti seat capacity atau jumlah tempat duduk penerbangan yang ke tanah air masih minus 4 juta. Kapasitas sekarang, hanya cukup untuk 12 juta.

Menhub Budi Karya Sumadi pun menjanjikan, soal kekurangan seats itu sudah masuk dalam planning-nya. “Saya akan membantu menunjukkan kemudahan akses, kenyamanan dan keamanan,” ujar Budi Karya.

Selain itu, masih ada duduk perkara lain yaitu soal aksesbilitas. Jarak antar destinasi wisata di Indonesia tidak mengecewakan jauh. Seringkali biaya pesawat rute-rute domestik, lebih mahal dibandingkan dengan tiket ke luar negeri. Problem lainnya lagi, banyak penerbangan yang masuk ke Bali atau Jakarta yang tidak terbang langsung, melainkan transit di Singapore, Kuala Lumpur, Bangkok, dan yang lainnya.

“Ini sedang dibenahi. Kami sudah menyebarkan sejumlah bandara untuk mendukung pariwisata contohnya Bandara HAS Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Belitung, yang telah menjadi bandara internasional. Setelah itu pengembangan Bandar Udara Sibisa, Parapat dalam rangka mendukung kunjungan wisatawan ke Danau Toba. Ada juga Bandara Internasional Yogyakarta Baru yang akan segera dimulai pembangunannya,” tambah Menhub.

Sebenarnya, Menhub cukup bergerak cepat soal duduk perkara aksesbilitas udara. Itu terlihat dari progres pembangunan Bandara Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah yang pada tahun 2017 ini, sudah dinyatakan siap beroperasi.

“Bandara Supadio Pontianak juga siap diresmikan tahun ini dan Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya di simpulan tahun ini,” imbuhnya.

Setelah itu, ada Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang akan selesai pada 2018. Pengembangan Bandara Abdul Saleh Malang dalam rangka mendukung kunjungan wisatawan ke Bromo-Tengger-Semeru, serta pengembangan Bandara Pitu Morotai dalam rangka mendukung kunjungan wisatawan ke Morotai.

“Konektivitas udara ke pasar-pasar utama wisman harus terbuka. Dan itu bentuk rillnya,” terang Menhub.

Bandara di kantong-kantong pasar utama wisman memang harus dikembangkan, di-upgrade fasilitasnya, serta dibentuk nyaman dengan standar global. Karena saluran yaitu satu faktor krusial penunjang pariwisata.

“Panorama di destinasi unggulan yang begitu indah, tak ada artinya kalau para wisman sulit tiba ke sana,” beber Menhub.

Kebetulan, tren jumlah penumpang lewat udara terus meningkat. Di 2016 saja, jumlahnya sudah mencapai 89,3 juta untuk domestik dan 23,4 juta untuk internasional.

“Saya minta pemerintah tempat bersama seluruh stakeholder terkait untuk berkomunikasi dengan baik biar sanggup menunjukkan level of service yang baik. Di awal tahun 2019, semua bandara diharapkan sudah selesai dan semoga tidak ada lagi kemacetan,” terperinci Menhub.

Dengan peningkatan jumlah penumpang, kerjasama dengan airlines pun diperlukan. Menhub juga siap mendukung dengan menunjukkan penawaran slot ke maskapai. Caranya, dengan menunjukkan isyarat kepada PT Angkasa Pura untuk menunjukkan stimulus kepada maskapai gila yang gres melayani penerbangan ke Indonesia dengan menunjukkan landing fee yang gratis.

“Itu sudah dilakukan tapi masih kurang menarik. Berarti apa yang kurang menarik? Kotanya atau paket wisatanya? Itu yang harus dicari,” kata Menhub.

Bagaimana dengan bandara besar menyerupai Soekarno Hatta? Pendekatannya ternyata lebih dahsyat lagi. Dengan 2 runway ketika ini, Soekarno Hatta bisa melayani 86 slot dalam 1 jam. Kuota itu dinilai belum cukup. Masih akan ditgambah lagi. Setelah pembangunan runway, akan ada 3 runway di bandara tersebut sehingga sanggup melayani 110 slot.

“Ini ruang yang besar biar maskapai gila sanggup masuk ke Jakarta,” tutup Menhub Budi Karya Sumadi.


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.