Kisah Mereka Yang Traveling Demi Mencari Cinta

Posted on

Ilustrasi (Thinkstock)

Yogyakarta – Kisah romantis juga sering terjadi kala traveler mencari cinta. Ini cerita mereka yang traveling untuk mencari dan mendapat cinta.

Mungkin penasaran, mungkin ingin meyakinkan. Begitu banyak alasan kenapa traveler rela mendatangi sebuah kawasan untuk mendapat cintanya.

detikTravel, Kamis (11/2/2016) mengumpulkan aneka cerita mereka yang traveling demi mencari atau malah mendapat cinta. Salah satunya yakni Sammy. Ia yakni seorang turis absurd asal Finlandia yang telah jatuh cinta dengan Indonesia.

Selama hampir setahun ia berkeliling Indonesia. Sampai pada suatu hari ia mengaku bertemu dengan seorang perempuan di Flores.

“Waktu itu pertama kali melihat beliau di Flores. Labuan Bajo. Kami mengobrol selama beberapa waktu. Sampai alhasil bertukar nomor Indonesia,” tuturnya dalam bahasa Indonesia yang terpatah-patah kepada detikTravel.

5 Bulan berlalu, alhasil Sammy memberanikan diri untuk menghubungi perempuan itu terlebih dahulu. Pada dikala itu, sang perempuan sedang berada di Yogyakarta dan Sammy berada di Sydney. Ia rela memesan tiket eksklusif ke Yogyakarta untuk bertemu dengan perempuan tersebut.

“Saya pesan tiket ke Yogyakarta, padahal waktu dari Sydney rencananya saya ingin pulang. Namun daripada penasaran, saya datangi saja dahulu ke Yogyakarta,” ungkapnya.

Hasilnya, ia mendatangi perempuan itu di Yogyakarta. Meski tak memberitahu bagaimana detil simpulan sehabis pertemuan itu. Sammy mengaku bahagia sanggup bertemu lagi dengan perempuan itu sehabis sekian usang tidak pernah berhubungan.

“Tidak mempermasalahkan berapa jarak yang telah ditempuh. Menghabiskan waktu eksklusif bersama itu lebih baik. Saya jadi jatuh cinta dengan Yogyakarta,” tuturnya.

Beda lagi dengan yang dialami Chris. Ia mengaku tidak pernah berani mengenal gebetannya lebih dekat. Sampai pada akhirnya, ia diajak traveling bersama oleh orang yang disukainya.

“Waktu itu diajak ke Cirebon. Saya menganggap ini waktu yang baik untuk lebih mengenalnya,” kata Chris kepada detikTravel.

Alhasil, Chris pun mempersiapkan segalanya dengan baik. Mulai dari itinerary hingga tiket transportasi. Sepanjang jalan dijadikan waktu untuk saling mengenal.

Pria yang juga gres pertama kali ke Cirebon mengaku deg-degan apakah perempuan yang disukainya akan bahagia dengan planning itinerary yang dibuatnya. Liburan berlangsung, banyak hal yang didapat bagi Chris untuk mengenal perempuan yang disukainya.

“Akhirnya sih saya sadar, tidak terlalu cocok. Tapi ini pengalaman pertama alhasil liburan dengan mengurus semuanya sendiri,” ungkap Chris.

Terakhir yakni Andi. Ia rela rela traveling hingga ke Eropa untuk bertemu pujaan hati yang dikenalnya lewat internet.

“Ceritanya waktu tahun 2012 saya kenal seorang gadis anggun berjulukan Lily dari internet. Dari situ tukar email dan jadi sering ngobrol lewat internet,” kenang Andi kepada detikTravel.

Bertempat tinggal di Zurich, Swiss, alhasil Andi mendatangi Lily. Untuk mengungkapkan hatinya, Andi pun membawa beberapa scarf batik anggun untuk Lily.

Kali itu jadi perjalanan pertama Andi ke luar negeri. Seperti kebanyakan Euro Trip, Andi mendatangi negara-negara ibarat Belanda, Belgia, Prancis dan alhasil ke Swiss.

Saat ke Swiss, Andi harus lepas dari rombongan yang sedang berada di Lucerne untuk meluncur seorang diri ke Zurich. Modal nekat dan uang 25 Euro untuk tiket kereta, Andi pun berangkat ke Zurich. Setibanya di Zurich, ia sempat kesulitan untuk mencari alamat kafe kawasan Lily bekerja. Alhasil Andi pun telat satu jam ke cafe kawasan Lily bekerja.

Setibanya di sana, Andi pun kaget bukan kepalang. Ia memang berhasil menemukan cafe kawasan Lily bekerja, tapi ternyata cafenya sudah tutup. Tidak patah arang, Andi pun mengetuk pintu cafe hingga bertanya pada orang sekitar perihal Lily.

Sayang beribu sayang, tidak ada satupun orang yang sanggup memperlihatkan info wacana Lily. Tidak adanya WiFi juga menciptakan Andi tidak sanggup berkirim pesan. Akhirnya ia pun menaruh kain batiknya untuk Lily di depan toko disertai goresan pena salam. Dengan berat hati Andi kemudian pergi meninggalkan cafe tersebut dan kembali ke hotel.

“Sampai cafe kecewa banget, ternyata sudah tutup. Saya tanya orang sekitar juga gak ada yang sanggup ditanya soal Lily. Tapi ya mau bagaimana, mungkin memang belum jodohnya,” kenang Andi


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.