Ketika Film Menciptakan Destinasi Wisata Indonesia Makin Hits

Posted on
Riffa Transport CV Riffa Transport bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.

Latar film Laskar Pelangi (detikFoto)

Yogyakarta – Film menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan destinasi wisata di Indonesia. Banyak destinasi didatangi wisatawan nusantara dan mancanegara, alasannya yaitu muncul dalam film yang mengesankan.

Ini bukan film promosi wisata, melainkan film komersil yang kita lihat di bioskop ibarat biasa. Cerita yang menarik, dengan lokasi syuting yang indah, menciptakan penonton tertarik tiba ke sana sesudah keluar dari bioskop atau menonton TV.

Sudah banyak destinasi wisata dunia yang terkenal alasannya yaitu muncul dalam film, di Indonesia pun tidak jauh berbeda. Ada banyak daerah yang menjadi terkenal alasannya yaitu muncul dalam film nasional atau bahkan film Hollywood.

Travel Highlight sepanjang Kamis (21/7/2016) ini akan membahas Indonesia Dalam Film. Faktanya, pariwisata di sebuah destinasi meningkat sesudah daerah itu muncul di dalam film yang ditonton orang banyak.

Yogyakarta yang sudah terkenal saja, didatangi lebih banyak orang lagi alasannya yaitu film ‘AADC2’. Tentunya, semua masih ingat bagaimana film ‘Laskar Pelangi’ melambungkan Pulau Belitung sebagai destinasi hot.

Ini semua mungkin bermula dari awal tahun 2000-an, seiring mulai meningkatnya tren traveling dan awal kebangkitan film nasional yang sempat mati suri. Film-film nasional muncul lagi menampilkan alam Indonesia yang indah.

Ada ‘Petualangan Sherina’ waktu itu yang mengangkat profil Observatorium Boscha tahun 2000 dan ‘Pasir Berbisik’ tahun 2001 yang mengangkat Gunung Bromo.

Setelah itu, memadukan keindahan Indonesia dan film yang keren tampaknya menjadi resep spesial. Produsen film butuh latar gambar yang indah, dan destinasi itu butuh promosi yang efektif. Klop sudah.

Selanjutnya bermunculan banyak film yang menampilkan keindahan Indonesia dari Papua hingga Sumbawa. Apalagi bila filmnya sukses secara komersial, niscaya menciptakan orang berbondong-bondong ke sana.

Sebagai contoh, film ‘5 Cm” tidak hanya mempopulerkan Gunung Semeru, namun membangkitkan tren aktivitas naik gunung untuk anak muda secara keseluruhan. Serunya lagi, bukan hanya produsen film nasional yang tertarik dengan pesona Nusantara.

Produsen film Hollywood dan Korea Selatan, pelan-pelan melirik Indonesia sebagai lokasi syuting film mereka. Film ‘Eat, Pray, Love’ yaitu milestone keseriusan Hollywood menampilkan Indonesia dalam layar perak.

Setelah itu, satu persatu film Hollywood bermunculan syuting di Tanah Air ibarat ‘The Philosopher (After the Dark)’ yang mempopulerkan Candi Prambanan dan ‘Java Heat’ tahun 2013 yang syuting di Candi Borobudur. Atau, film Indonesia yang sukses di Hollywood ibarat ‘The Raid 2’ yang mengangkat Benteng van Der Wijck Kebumen.

Hubungan mesra film dan destinasi wisata Indonesia tidak akan berhenti hingga di sini. Pertama, Indonesia tidak pernah kehabisan destinasi indah untuk dijelajahi. Kedua, manusia film tidak pernah kehabisan kreatifitas untuk menuangkan keindahan destinasi itu ke dalam film mereka.


Sumber detik.com

Tim Terbaik Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda. Riffa Transport memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.