Keramahan Warga Desa Yenbuba Yang Bikin Betah Liburan Di Raja Ampat

Posted on

Foto: Mama penjual Virgin Coconut Oil di Desa Yenbuba, Raja Ampat (Sukma/detikTravel)

Raja Ampat – Desa Yenbuba di Raja Ampat populer sebagai lokasi snorkeling alasannya yaitu punya terumbu karang yang cantik. Namun selain itu, keramahan penduduknya bikin kita betah!

Keindahan pantai dan bahari di Kabupaten Raja Ampat memang tak perlu diragukan lagi. Namun tak ada salahnya ketika di sana, traveler berkenalan dengan warganya yang ramah dan menelusuri potensi-potensi lain masyarakatnya, selain sektor pariwisatanya.

Seperti yang detiktravel lakukan ketika berkesempatan mengunjungi Raja Ampat beberapa waktu lalu, bersama dengan rombongan Wisata Bahari “Let’s Go To Raja Ampat” yang diadakan PT Pelni. Selama 4 hari 3 malam berada di sana, detiktravel mengunjungi beberapa pulau.

Pulau pertama yang kami kunjungi yaitu Pulau Mansuar. Salah satu desa yang kami kunjungi yaitu Desa Yenbuba yang populer dengan spot snorkeling yang tak boleh dilewatkan bagi pecinta laut.

Sebuah dermaga kayu sepanjang sekitar 100 meter menjadi pintu masuk ke desa ini. Di sekitar dermaga ini, menjadi lokasi snorkeling dengan keindahan bawah bahari yang menawan.

Dermaga kayu Desa Yenbuba dilihat menggunakan drone (Ditto/PT Pelni)Dermaga kayu Desa Yenbuba dilihat menggunakan drone (Ditto/PT Pelni)

Saat detiktravel berjalan memasuki desa melalui dermaga ini, ada sekelompok warga yang sedang bercengkrama di sebuah balai-balai sederhana dari kayu beratap daun sagu.

Beberapa laki-laki mengobrol santai sambil mengunyah sirih. Mereka ramah menyambut wisatawan yang tiba dan berkenalan.

Obrolan mengalir bersahabat sampai karenanya mereka mengajak kami ke sebuah warung sederhana yang dijaga sejumlah ibu. Ternyata warung tersebut menjual Virgin Coconut Oil produksi kampung Saukabu Faam yang tak jauh dari desa itu.

Terdapat dua jenis kemasan yakni 50 ml dan 100 ml, minyak ini dijual dengan harga Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.

“Minyak ini berbagai khasiatnya. Bisa untuk asam urat, untuk kesehatan jantung juga sangat bagus,” kata seorang ibu berpromosi dengan logatnya yang khas dan ramah.

Virgin coconut oil produksi warga Desa Yenbuba (Sukma/detikTravel)Virgin coconut oil produksi warga Desa Yenbuba (Sukma/detikTravel)

Seorang laki-laki orisinil Desa Yenbuba, Benny bercerita, warga di desanya sekarang sudah banyak yang mulai berpikir perihal kemajuan desa dan menggali potensi desanya termasuk soal pendidikan.

“Di sini sudah banyak bawah umur muda yang kuliah, ada yang di Manado, di Yogyakarta. Hampir semuanya kembali ke kampung,” tutur Benny ketika ini mengajar seni musik di sebuah sekolah menengah di Raja Ampat.

Namun, keterbatasan kemudahan dasar menyerupai minimnya listrik menjadi salah satu kendala bagi masyarakat. Ditambah lagi, belum banyak anak muda di desanya yang berguru secara khusus soal pariwisata. Padahal potensi terbesar di wilayahnya yaitu pariwisata.

“Belum ada yang sekolah pariwisata di sini. Kalau turis, banyak yang snorkeling saja di laut, bila masuk ke desa masih belum (banyak),” tuturnya.

Keindahan Desa Yenbuba dilihat menggunakan drone (Ditto/PT Pelni)Keindahan Desa Yenbuba dilihat menggunakan drone (Ditto/PT Pelni)


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.