Kemenpar Ajak Penerima Kompetisi Violin Nasional #Votevideoindonesia

Posted on


SemarangStaf Khusus Bidang Komunikasi Kementerian Pariwisata Don Kardono mengajak ratusan akseptor kompetisi violin nasional ‘The 3rd Semarang Open Violin Competition’ untuk mendukung Indonesia. Ia melaksanakan sosialiasasi #VoteVideoIndonesia dalam sambutannya.

Perlu diketahui, UNWTO sedang melaksanakan pemilihan video promosi pariwisata terbaik. Indonesia turut berkompetisi di ajang ini. Pemenangnya dipilih menurut hasil voting dari seluruh dunia melalui website UNWTO.

“Silakan buka smartphone, off-kan Wi-Fi, gunakan paket data sendiri untuk nge-vote alasannya ialah 1 IP Address 1 vote, 1 handphone, 1 suara, 1 e-mail, 1 angka. Silakan masuk di indonesia.travel/vote4id. Lalu masukkan nama, e-mail, dan pilih video Wonderful Indonesia. Terakhir klik Submit,” jelasnya.

‘The 3rd Semarang Open Violin Competition’ digelar Sabtu (2/9/2017) hingga Minggu (3/9/2017) di Hotel Dafam. Kompetisi musik klasik yang telah digelar ketiga kalinya ini menjadi magnet gres wisata kota Semarang. Hal ini dibuktikan oleh banyaknya akseptor dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Kepulauan Riau.

Kini musik klasik memang semakin digemari oleh masyarakat Indonesia. Selain itu, musik klasik menjadi hiburan bagi ekspatriat di Kota Semarang. Acara semacan ini telah menyatu dengan salah satu seni administrasi Kemenpar dalam menjaring wisatawan mancanegara (wisman) Eropa dan Amerika.

“Tahun ini ada peningkatan wisman Eropa dan Amerika naik tajam. Mereka ialah penikmat klasik. Kita juga punya banyak Kota Lama yang bergaya arsitektur Belanda. Musik klasik akan menemukan atmosfernya,” ujar Don.

Ia menambahkan, kompetisi ini sangat sempurna diadakan di Kota Semarang alasannya ialah adanya Kota Lama, Gedung Lawang Sewu, dan bangunan lain yang bernuansa Eropa.

“Saya tahu Pemkot Semarang sedang serius menghidupkan romantisme Kota Lama yang punya sejarah menjadi atraksi yang memikat untuk pasar Eropa,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang turut menghadiri kompetisi ini mengaku akan mendukung penuh program musik klasik ibarat ini. Bahkan Pemkot Semarang bersedia memperlihatkan kawasan di Kota Lama Semarang dengan konsep outdoor.

“Kota Lama Semarang itu Little Netherland, musik klasik ibarat piano dan biola sangat pas jikalau dimainkan di Kota Lama. Kami berharap event ini ke depannya bisa menggunakan Kota Lama alasannya ialah ada kawasan outdoor di sana. Suasana pun akan bernuansa sangat klasik Eropa sekali dengan bangunan kuno gaya klasik di sana,” jelasnya.

Ita, sapaan bersahabat Hevearita, mengaku salut dengan Opus Nusantara yang bisa menyelanggarakan program musik klasik bergengsi ini di Semarang. Bahkan bisa menggelara program ini dalam waktu dua ahad dengan dua acara berbeda.

“Dua ahad kemudian kompetisi piano juga di Semarang, kini biola. Saya ingin dua event ini dikawinkan ke depannya. Saya akan mengusulkan memperebutkan Piala Walikota Semarang,” tambahnya.

Direktur Opus Nusantara Nora Aprilita menjelaskan, dari 105 peserta, 90 persennya berasal dari luar kota. Seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Bogor, Cirebon, Pekanbaru, Bintan, Batam, dan lainnya. Sisanya 10 persen dari Semarang.

“Kompetisi ke tiga ini lebih berkualitas. Tingkat keahlian bermain biola lebih profesional. Mereka benar-benar mempersiapkan diri,” paparnya.

Spesialnya, ada hadiah grand prize berupa piala bergilir berbentuk biola hight class pabrikan asal Prancis dari Jerome Thibouville Lamy Workshop, Mirecourt-Prancis. Biola ini ini diproduksi tahun 1920 dan harganya mencapai ratusan juta. Hadiah ini disponsori oleh pemerhati musik klasik Dedi Sjahrir Panigoro.

Grand prize piala bergilir atau biola berjalan selama satu tahun, hanya untuk pemenang kuara 1 kategori Adult. Karena ini biola hight class, jadi pemegangnya harus benar-benar familiar dan level advance. Bahkan beliau juga berkesempatan untuk diikutkan perform soloist di Jakarta Sinfonietta Orchestra Jakarta,” ujarnya.

Dedi yang juga merupakan Dewan Komisaris Medco Group mengaku senang dengan program ini.

“Saya sangat bangga alasannya ialah ini digelar di Semarang, tidak lagi Jakarta sentris. Harapannya bisa digelar di kota lainnya,” katanya.

Selama program berlangsung, Dedi melihat potensi anak muda semakin meningkat dan piawai dalam bermain biola. Mulai usia belum dewasa hingga uisa 12 tahun dan 20 tahun sudah mahir dan menghayati musik klasik dengan biola.

“Main biola itu selain rasa juga kebutuhan iya, tak hanya bakat, tapi juga kebutuhan. Karena main biola itu seni ketrampilan yang pentinG sebagai alat untuk beliau menjadi sukses berikutnya,” ucapnya.


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.