Kemenhub Dan Kemenpar Bereskan Problem Konektivitas Udara

Posted on

Foto: dok. Kemenpar

JakartaMisi Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk menambahkan seats capacity mulai membuahkan hasil. Ini dikarenakan Kementerian Hubungan (Kemenhub) turut membantu membereskan duduk perkara air connectivity atau konektivitas udara yang menjadi misi utama Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Arief Yahya sebelumnya telah melakukan roadshow ke beberapa airlines, AirNav, dan airport usai Rakornas I tahun 2017 di Borobudur Hotel Jakarta pada 30-31 Maret 2017 lalu. Rakornas tersebut membahas air connectivity. Salah satu rekomendasinya ialah roadshow menindaklanjuti teknis kerja sama antar pemangku kepentingan di jembatan udara.

Arief Yahya telah mendatangi Air Asia, Sriwijaya, Garuda Indonesia, Lion Air untuk industri penerbangan. Selain itu, berkunjung Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II, serta Air Navigation untuk Airport Operator. Bahkan Arief Yahya berkomunikasi intens dengan Kemenhub demi mendapat fasilitas slot time bagi para maskapai.

Kerja sama antara Kemenpar dan Kemenhub membuahkan hasil. Selasa (9/5/2017) kemarin, Arief Yahya mendapat kabar bahwa izin penerbangan reguler berjadwal Garuda Indonesia rute Chengdu-Denpasar dengan aba-aba CTU-DPS sudah disetujui Kemenhub.

“Terima kasih Kemenhub, terima kasih Pak Menhub Budi Karya Sumadi. First flight Garuda Indonesia direncanakan 15 Mei 2017 dengan pesawat widebody, dengan frekuensi 4 flights per week,” ujar Arief Yahya.

Chengdu merupakan kota keempat yang diterbangi oleh Garuda Indonesia sehabis Shanghai, Guangzhou, dan Beijing.

“Dengan pesawat berbadan besar itu, Garuda sanggup lebih efisien. Apalagi termasuk medium haul, 7-8 jam, tentu akan mengangkut wisman lebih banyak ke destinasi Bali,” ucap Menpar Arief yang juga berterima kasih pada Garuda Indonesia.

Menurut Arief Yahya, kerumitan maskapai penerbangan harus berkompetisi dengan airlines lain. Bersaing di harga dan menghadapi season yang pada ketika tertentu penuh, di ketika lain kosong.

“Karena itu saya bahagia dengan denah Airport Operator, Angkasa Pura I yang memberi insentif berupa kepingan landing fee sampai 50% selama 6 bulan untuk membuka jalur gres ke Ngurah Rai,” tambahnya.

Kemenhub yang dipimpin Budi Karya Sumadi terus mengimbangi semangat Incorporation yang diusung Kemenpar. Di antaranya dengan mendukung pengembangan destinasi pariwisata yang aman, nyaman, menarik, gampang dicapai, berwawasan lingkungan, dan meningkatkan pendapatan nasional, daerah, juga masyarakat.

Sebagai regulator di transportasi, Kemenhub bertugas menyiapkan prasarana dan sarana yang memadai supaya mendukung mobilitas manusia, kelancaran arus barang, dan mewujudkan sistem transportasi yang efisien juga efektif.

Pemerintah Pusat dan Pemda juga mendukung pembangunan infrastruktur transportasi dengan menggandeng sektor swasta dan BUMN melalui denah Kemitraan Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA).

Pembangunan infrastruktur yang commercially viable diserahkan kepada pihak swasta, sedangkan yang non commercially viable, tetapi economically feasible diserahkan kepada pemerintah termasuk BUMN, BUMD, dan koperasi.

Selain itu, Kemenhub juga membuatkan bandara terdekat dengan 10 Destinasi Prioritas demi mewujudkan penerbangan wisatawan yang kondusif dan nyaman.

Bandara-bandara tersebut adalah:

1. Bandara Ahmad Yani – Semarang, Bandara Adi sumarmo – Solo di Jawa Tengah dan Bandara Adi Sucipto – D.I. Yogyakarta untuk tujuan wisata Candi Borobudur – Jawa Tengah

2. Bandara International Lombok dan Ngurah Rai – Denpasar untuk tujuan wisata Mandalika – NTB

3. Bandara Eltari – Kupang, Komodo – Labuan Bajo, Ngurah Rai – Denpasar dan Bandara International Lombok – Lombok untuk tujuan wisata Labuan Bajo – NTT

4. Bandara Abdulrahman Saleh – Malang dan Juanda – Surabaya untuk tujuan wisata Bromo Tengger Semeru – Jawa Timur

5. Bandara Pitu – Morotai, Sultan Babullah – Ternate, Sam Ratulangi – Manado untuk tujuan wisata Morotai

6. Bandara Soekarno Hatta – Tangerang dan Halim PK – Jakarta untuk tujuan wisata Kepulauan Seribu – DKI Jakarta

7. Bandara Soekarno Hatta – Tangerang dan Halim PK – Jakarta untuk tujuan wisata Tanjung Lesung – Banten

8. Bandara Kualanamu – Medan, Silangit dan Ferdinan Lumban Tobing – Sibolga untuk tujuan wisata Danau Toba.

9. Bandara Matahora – Wakatobi, Haluoleo – Kendari dan Sultan Hasanuddin – Makassar untuk tujuan wisata Wakatobi

10. Bandara H As. Hanandjoedin – Tanjung Pandan dan Soekarno Hatta – Tangerang untuk tujuan wisata Tanjung Kelayang – Belitung.


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.