Kata Warga Setempat Soal Mahalnya Wisata Pantai Timang

Posted on

Foto: Wisata Pantai Timang di Gunungkidul (astoneng/Instagram)

Jakarta – Wisata Pantai Timang terus berkembang. Namun sekarang memang untuk wisata ke sana diperlukan biaya yang tidak murah.

Pantai Timang di Gunungkidul, DI Yogyakarta, menjadi salah satu objek wisata pilihan bagi traveler lokal hingga mancanegara. Tak sedikit traveler abnormal yang mulai berwisata ke Timang. Pantai ini tak hanya memperlihatkan pemandangan cantik, tapi juga sensasi seru naik gondola ke pulau seberang dan makanan olahan lobster yang mantap.

Walau begitu, tak sedikit traveler yang beranggapan wisata ke Pantai Timang masih tergolong mahal. Ada harga-harga tertentu yang perlu dibayarkan, jikalau traveler ingin puas wisata di sana.

Misalnya saja untuk mencapai Pantai Timang, sekitar 3 km sebelum tiba di pantai traveler dapat naik jeep Rp 350 ribuan atau ojek Rp 50 ribu alasannya ialah jalanan yang kurang bagus. Setibanya di pantai, traveler dapat menentukan mau menjajal wahana apa, menyerupai gondola PP Rp 150 ribu, menyeberang via jembatan PP Rp 100 ribu, spot foto jembatan Rp 30 ribu dan lain sebagainya.

BACA JUGA: Lee Kwang Soo Naik Gondola di Pantai Timang, Begini Ekspresinya

Pantai Timang memang dikelola warga setempat. Dari yang awalnya hanya gondola untuk nelayan mencari lobster di Pulau Timang, hingga sekarang ada jembatan dan spot-spot foto baru, yang membangun pun dari swadaya masyarakat.

“Semua hingga ketika ini ialah swadaya masyarakat. Timang menyerupai ini, ini ialah hasil karya oleh-oleh dari warga kami sekitar,” ujar Wasiman, warga setempat yang sekarang mengelola Kedai Lobster Pak Sis Pantai Timang, dalam perbincangan via telepon dengan detikTravel, Jumat (18/5/2018).

Menurutnya warga setempat berhubungan menyediakan akomodasi untuk wisatawan di Pantai Timang. Namun, dikembalikan ke traveler masing-masing, apakah ingin memakai akomodasi tersebut atau tidak. Tak ada paksaan.

“Kalau nggak mau naik jeep dapat masuk, dapat bawa kendaraan beroda empat atau motor sendiri. Kaprikornus untuk jeep tidak diharuskan, ojek pun tidak dipaksa. Semuanya kembali kepada tamu-tamu yang datang. Kami di sini hanya menyiapkan, menyervis barangkali ada turis atau wisatawan yang berminat dengan yang kami tawarkan,” jelasnya.

(ucajayusa/Instagram)(ucajayusa/Instagram)

Ia menyampaikan bahwa ketika ini memang belum banyak campur tangan pemerintah dalam mengatur wisata Pantai Timang. Namun kalau ke depannya ada pembenahan sistem, warga setempat tetap terbuka akan aneka macam kemungkinan yang ada.

“Kalaupun ada kekurangan, kami ketika ini gres swadaya masyarakat. Belum begitu intens dari pemerintah yang mengatur ini. Barangkali nanti kalau ada pembenahan, itu nggak menutup kemungkinan semuanya akan dirubah,” kata Wasiman.

Terkait masih belum maksimalnya akomodasi untuk wisatawan di Pantai Timang, meskipun harga tiketnya terbilang mahal, pengelola terus berusaha melaksanakan pembenahan.

“Saat ini semua kekurangan yang ada di Pantai Timang perlahan-lahan akan kami benahi. Semuanya tidak menutup kemungkinan sistem akan berubah menyerupai apa. Itu kan tergantung nanti kesimpulannya antara warga, pelaku wisata, dengan pemerintah,” ucapnya.

“Semuanya terus berbenah. Apa-apa yang dapat menarik minat wisatawan, terutama ketika ini wisatawan abnormal sasarannya,” imbuhnya.


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.