Kamu Niscaya Belum Tahu, Gua Manis Tersembunyi Di Yogyakarta

Posted on

Gua Gebang Tinalar Gunungkidul, Yogyakarta (Pradito Rida Pertana/detikcom)

Jakarta – Selain mempunyai banyak pantai yang indah, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta mempunyai beberapa gua yang cantik. Adalah Gua Gebang Tinatar yang belum hits.

Lokasinya ada di Dusun Panggang I, Desa Giriharjo, Kecamatan Panggang, Gunungkidul. Gua yang tersembunyi di antara lahan pertanian ini terbilang masih sangat asri dan belum dikelola warga setempat menjadi tempat wisata.

Padahal, pemandangan di dalam gua tersebut sangat indah dan instagramable. Hal itu dikarenakan guanya mempunyai banyak stalaktit yang terbilang unik.

Untuk menikmati pemandangan tersebut, pengunjung hanya perlu melaksanakan perjalanan 31 kilometer dari jantung Kota Yogyakarta menuju RT.4, Dusun Panggang I. Sesampainya di dusun tersebut, pengunjung hanya perlu menyusuri jalan aspal hingga menemukan tempat penampungan air di pinggir jalan.

Namun hening saja, jikalau bingung, pengunjung sanggup bertanya kepada warga Dusun Panggang I. Bahkan, nantinya warga setempat dengan bahagia hati menawarkan lokasi Gua Gebang Tinatar yang tidak jauh dari pemukiman warga.

Sesampainya di tempat tersebut, nantinya pengunjung harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang terdiri dari tumpukan kerikil kapur sejauh 200 meter. Namun ingat, kontur jalan setapak itu sangat terjal dan menjorok ke bawah, alasannya itu pengunjung diharap berhati-hati ketika melangkah.

Sekitar 5 menit berjalan, pengunjung akan hingga di verbal gua yang dipenuhi oleh stalaktit yang di depannya terdapat 2 buah pohon. Selain itu, suasana asri, sunyi dan sejuk menyelimuti pintu masuk Gua Gebang Tinatar.

Kamu Pasti Belum Tahu, Gua Cantik Tersembunyi di YogyakartaJalan masuk gua (Pradito Rida Pertana/detikcom)


Perlu diketahui, stalaktit yaitu jenis speleothem yang menggantung dari langit-langit gua kapur. Stalaktit sendiri terbentuk dari pengendapan kalsium karbonat dan mineral lainnya hingga berbentuk batuan memanjang di dalam sebuah Gua.

Tidak hanya menikmati pemandangan dari verbal Gua Gebang Tinatar, pengunjung sanggup turun ke dalam gua tersebut. Nantinya, pengunjung sanggup memanjat salah satu bebatuan di Gua Gebang Tinatar untuk berswafoto dengan background ratusan stalaktit yang sangat instagramable.

Mudarto (54), warga Dusun Panggang I, Desa Giriharjo, Kecamatan Panggang, Gunungkidul menjelaskan, ia tidak begitu tahu mengapa gua tersebut berjulukan Gua Gebang Tinatar. Namun, dari dongeng pendahulunya, namanya mengandung makna khusus.

“Jadi gebang itu nama pohon, dulu katanya ada pohon gebang di sini (Gua Gebang Tinatar) tapi kini sudah tidak ada. Sedangkan tinatar artinya pahatan yang diartikan sebagai adanya pahatan kerikil (stalaktit),” katanya ketika ditemui detikcom di rumahnya, RT 4, Dusun Panggang I, Desa Giriharjo, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Jumat (5/7/2019) lalu.

“Yang terang nama Gebang Tinatar sudah ada dari dulu, tapi kalau warga sini menyebutnya (Gua Gebang Tinatar) dengan Bang Kinatar,” imbuh Mudarto.

Kendati demikian, Mudarto menyebut belum pernah mengetahui wujud dari pohon gebang tersebut. Mudarto juga menjelaskan, stalaktit yang berada di gua tersebut berasal dari tetesan air. Bahkan, ia menyebut benda yang terkena tetesan air selondoko akan bermetamorfosis kerikil dalam beberapa tahun.

“Karena trend kemarau, airnya (selondoko) tidak menetes. Tapi kalau menetes, benda yang terkena tetesan (air di Gua Gebang Tinatar) akan menjadi kerikil dalam waktu 10 tahun, terus kalau sudah jadi kerikil sanggup dipukuli dan mengeluarkan suara dengan nada berbeda-beda,” ucapnya.

Kamu Pasti Belum Tahu, Gua Cantik Tersembunyi di YogyakartaMulut gua yang lebar (Pradito Rida Pertana/detikcom)


Meski meneteskan air, Mudarto menyebut belum ada mata air yang berada di Gua tersebut. Terlebih, belum ada yang berani untuk menyusuri Gua Gebang Tinatar.

“Bagian bawah Gua Gebang Tinatar itu tanah, tapi hingga ketika ini belum ada yang berani menyusurinya. Karena itu saya sanggup menyampaikan sumber air di Gua Tinatar belum ada,” kata Mudarto.

BACA JUGA: Percayalah, Ini Senja di Yogyakarta

Meski belum diketahui orang banyak, Mudarto menyampaikan ada beberapa orang yang sudah mengunjungi Gua Gebang Tinatar. Pengunjung tersebut terdiri dari 2 jenis yakni murni berwisata dan ada yang bertapa.

“Dulu banyak yang tiba (ke Gua Gebang Tinatar) untuk (nepi) bertapa, alasannya di dalamnya (di atas salah satu batu) ada tempat untuk bertapa meski (tempatnya) agak tinggi. Selain itu kalau setiap lebaran banyak yang tiba untuk memukul itu (stalaktit Gua Gebang Tinatar) alasannya bunyinya bagus,” katanya.

“Selain memukuli itu juga banyak yang tiba alasannya keanehannya (Gua Gebang Tinatar), kan langka ada gua tersembunyi di bersahabat pemukiman warga dan banyak itunya (stalaktit),” sambung Mudarto.

Bahkan, alasannya keunikan gua tersebut, Mudarto dan warga sekitar ingin mengembangkannya sebagai tempat wisata. Menurutnya hal itu sanggup mengenalkan wisata gua di Gunungkidul dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

“Setiap ahad kami selalu gugur gunung (jerjabakti) bikin jalan masuk (ke Gua Gebang Tinatar) alasannya terusan jalannya masih sulit. Ke depannya kami juga ingin buat parkiran, tapi alasannya terkendala dana hingga kini belum terealisasi,” ujarnya.

Kamu Pasti Belum Tahu, Gua Cantik Tersembunyi di YogyakartaGua ini masih jarang dijamah wisatawan (Pradito Rida Pertana/detikcom)


Warga lain, Subar (65), membenarkan bahwa nama Gua Gebang Tinatar berasal dari keberadaan pohon Gebang di Gua tersebut. Menurutnya, pohon tersebut tumbuh hingga pinggir maritim selatan Jawa.

“Kata kakek saya dulu katanya ada pohon gebang (di Gua Gebang Tinatar), konon akarnya di sini dan ujungnya di maritim (Jawa),” ucapnya.

Terkait dengan banyaknya orang yang bertapa di gua tersebut, Subar juga membenarkannya. Ia juga pernah bertapa di Gua Gerbang Tinatar.

“Dulu orang-orang banyak yang nepi (bertapa) di sana (Gua Gebang Tinatar), tapi tidak tahu tujuan nepinya apa, mungkin minta keselamatan dan lainnya. Dari sekian banyaknya orang itu saya salah satunya, pernah tidur 2 hari 2 malam tidur di gua tapi tidak terasa tiba-tiba pindah ke bawah, padahal sasaran saya (tidur di Gua Gebang Tinatar) 3 hari 3 malam,” ucapnya.

Terpisah, kata warga Dukuh Panggang I, Ika Rachmani mengatakan, masyarakat memang mempunyai impian yang cukup berpengaruh untuk berbagi Gua Gebang Tinatar. Tujuannya sebagai salah satu tempat wisata non pantai di Kabupaten Gunungkidul.

“Salah satu keindahan yang ditawarkan (Gua Gebang Tinatar) yaitu stalaktit yang cukup banyak dan bagus untuk berswafoto,” ujarnya.

BACA JUGA: Bukit Teletubbies dari Gunungkidul

Bahkan, ketika ini Pemerintah Desa Giriharjo dan masyarakat hanya melaksanakan tahap pengembangan awal. Namun, alasannya keterbatasan dana, ketika ini warga dan Pemerintah Desa belum mengembangkannya lebih lanjut.

“Upaya yang dilakukan ketika ini masih sebatas membuka terusan jalan, bersih-bersih sembari memikirkan kemudahan apa saja yang perlu ditaruh di daerah Gua Gebang Tinatar,” kata Ika.


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.