Ini Alasan Arief Yahya Usung Single Destination, Single Management

Posted on

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Foto: detikcom)

Jakarta – Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, momentum percepatan kinerja pariwisata tahun ini harus terus dijaga. Indonesia harus tetap optimis dan semangat menciptakan pariwisatanya menjadi nomor satu di dunia.

Dengan pertumbuhan pariwisata yang paling pesat di Asia Tenggara sehabis Vietnam, diharapkan segala pihak terutama Kemenpar semakin optimis sanggup mencapai sasaran 15 juta wisman tahun ini. Ia mengungkapkan, banyak sekali jurus dan taktik yang dilakukan Kemenpar telah membuahkan hasil yang cukup signifikan.

Misalnya progres pengembangan 10 destinasi prioritas. Kemenpar telah meluncurkan Badan Otorita Borobudur (BOB) di kompleks Candi Prambanan pada Rabu (19/7/2017) lalu. Badan Otorita ini punya dua fungsi utama, yaitu fungsi otoritatif dan fungsi koordinatif.

Badan Otorita bertugas melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, fasilitasi serta melaksanakan perencanaan, pengembangan, pembangunan, dan pengendalian di Kawasan Pariwisata Borobudur. Badan ini juga yang akan mendukung taktik 3A (Atraksi, Akses dan Amenitas) sebagai jurus ampuh pengembangan destinasi wisata.

Single Destination, Multi Management

Arief memaparkan, kelemahan pengelolaan Borobudur selama ini yakni single destination, multi management. Ada Zona 1 yang dikelola Kebudayaan (Kemendikbud), Zona 2 dikelola BUMN, Zona 3 yang dikelola Pemerintah Daerah dengan ribuan pedagang, dan Kemenpar menginginkan Zona 1, 2, dan 3.

Sebagai UNESCO World Heritage Site, Candi Borobudur merupakan sebuah mahakarya budaya dunia. Namun sayangnya candi ini hanya mendatangkan sekitar 250 ribu wisman. Sementara Angkor Wat mendatangkan 2,5 juta wisman atau 10 kali lipatnya.

Perlu diketahui, pengelolaan Angkor Wat dilakukan oleh satu manajemen atau single management. Sama halnya dengan Georgetown di Penang, Malaysia yang berhasil mendatangkan sekitar 750 ribu wisman atau tiga kali lipat dari jumlah wisman yang ada di Borobudur. Georgetown juga dikelola hanya oleh satu manajemen.

Maka pengelolaan Borobudur pun harus dilakukan oleh single management. Derngan demikian, diyakini sasaran 2 juta wisman untuk Borobudur pada 2019 mendatang akan relatif gampang dicapai.

BOB hadir dengan tempat otoritatif dan tempat koordinatif. Zona otorita yang akan dikelola seluas sekitar 300 hektare yang jaraknya sekitar 10 km dari Borobudur sehingga dalam pengembangan destinasi gres tidak akan eksklusif menyentuh Zona 1, 2 dan 3. Hal ini akan mengurangi potensi konflik yang selama ini mungkin terjadi di ketiga zona tersebut.

Sedangkan Zona Koordinatif, mencakup 4 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yaitu Borobudur-Jogja, Dieng, Semarang-Karimunjawa dan Solo-Sangiran, dan akan dikelola sebagai single destination dalam satu konsep Integrated Tourism Masterplan.

Dengan kata lain, Daerah spesial Yogyakarta dan Jawa Tengah atau lebih terkenal dengan sebutan Joglosemar akan diposisikan sebagai satu destinasi. Sebab pada industri pariwisata bersama-sama batas-batas geografis atau manajemen pemerintahan kurang relevan untuk dijadikan contoh dalam pengembangan destinasi pariwisata.

“Jangankan hanya batas-batas manajemen pemerintahan tingkat kota atau provinsi, ASEAN saja sudah menciptakan agenda ASEAN as a single destination alasannya yakni menyadari bahwa dikala ini tidak hanya persaingan antar negara, tetapi sudah terjadi persaingan antar tempat regional,” tukas Arief.

Minimalisasi Konflik

Salah satu kiprah BOP yakni mengkoordinasikan pengelolaan pariwisata dengan lembaga-lembaga pengelola yang sudah ada sebelumnya dan pelibatan masyarakat. Pengelolaan dalam satu manajemen atau single destination, single management melalui tubuh otorita khusus tiap destinasi sanggup meminimalkan potensi konflik.

Misalnya apa yang terjadi di Danau Toba sebelum dibuat Badan Otorita. Berbicara mengenai pengembangan tempat Danau Toba, tidak sanggup lepas dari tujuh kabupaten yang mengelilinginya. Ada tujuh bupati yang berkepentingan untuk membangun daerahnya.

Ada satu mata rantai kegiatan di mana ada fungsi kewenangan dan regulasi. Harus ada koordinasi di antara semua pihak yang berwenang.

“Dalam hal ini yakni tujuh kabupaten tadi. Tentu sangat sulit satu destinasi dikelola oleh tujuh bupati atau dengan kata lain, single destination, multi management. Bisakah kita membayangkan ada satu perusahaan dipimpin oleh tujuh CEO?” tanya Arief.

Ketujuh bupati di sekitar Danau Toba dikala ini bersatu padu untuk membangun Danau Toba. Diyakini bahwa apabila destinasi Danau Toba sukses sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, maka dampaknya akan sangat faktual bagi tujuh kabupaten tersebut. Kekompakan tujuh bupati ini dituangkan dalam satu ikrar yakni ‘Bersatu untuk Danau Toba’ yang ditandatangani oleh ketujuh bupati tersebut.

Hasil positifnya yakni jumlah penumpang di Bandara Silangit yang awalnya hanya sekitar 20.000 per tahun, kini sudah menembus angka 200.000 per tahun. Begitu pula dengan kupansi hotel rata-rata sudah diatas 70% dan restoran-restoran sudah kembali bergairah.

Arief menambahkan, dikala ini sedang disusun sebuah masterplan terpadu yang disebut Integrated Tourism Masterplan. Ini akan menjadi panduan arah visi pengembangan Danau Toba ke depannya.

“Keterkaitan dan keterhubungan antar daerah harus selaras. Dengan demikian maka visi Danau Toba menjadi destinasi super volcano geopark kelas dunia dengan sasaran kunjungan 1 juta wisman dengan devisa Rp 16 triliun rupiah pada tahun 2019 akan lebih gampang dicapai,” katanya.

Ia juga mengingatkan, dibutuhkan akad penuh para CEO untuk solid dan bersinergi satu sama lain biar sanggup bekerja semakin cepat.

“50% sukses pariwisata daerah itu berasal dari CEO Commitment. Keseriusan, keberpihakan, dan kejelasan pimpinan wilayahnya dalam mengurus pariwisata. Salam Pesona Indonesia,” ujarnya.


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.