Indonesia Hadirkan 90 Industri Wisata Di Itb Asia 2016

Posted on


Jakarta – Singapura menjadi pasar utama yang dituju Indonesia untuk mendatangkan wisatawan mancanegara. Faktanya, Singapura menyumbang angka wisatawan yang paling besar, sebelum kesannya disalip China di semester II tahun 2016. Oleh alasannya ialah itu, perhelatan ITB Asia 2016 Singapura tidak pernah dilewatkan oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya untuk memperlihatkan keunggulan pariwisata Indonesia.

Perhelatan ini didukung khusus oleh tim ITB, Internationale Tourismus Borse, Berlin yang merupakan travelmart terbesar di dunia. ITB berkolaborasi dengan Singapura untuk menciptakan pertemuan seller dan buyer industri wisata.

Selain itu, kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) menyampaikan imbas yang besar pada jumlah wisatawan mancanegara yang masuk dari Kepulauan Riau. Hal ini mengakibatkan angka wisatawan ke Batam, Bintang, Tj Balai Karimun, Anambas dan Natuna meningkat. Tidak hanya wisman dari Singapura saja, tetapi wisatawan dari banyak sekali negara yang transit dari Singapura turut menaikkan angka wisman. “Tahun ini, tepatnya pada tanggal 19 sampai 21 Oktober 2016, lembaga business to business ini akan tetap menjadi prioritas kegiatan selling kami,” ujar Arief Yahya.

Kementerian Pariwisata mengikuti kegiatan travel trade show terbesar di ITB Asia yang diselenggarakan di Singapura. Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana menyampaikan bahwa Indonesia secara rutin mengikuti ITB Asia di Singapura. Keikutsertaan kali ini juga untuk mempromosikan sekaligus mempertahankan eksistensi pariwisata Indonesia di dunia, khususnya daerah ASEAN.

“ITB Asia ialah tempat yang potensial untuk mempromosikan pariwisata Indonesia alasannya ialah merupakan festival business to business yang memungkinkan para pelaku industri di Indonesia memperluas jejaring pasar mereka,” kata Pitana.

Bursa Pariwisata yang diselenggarakan oleh Messe Berlin (Singapura) ini merupakan penyelenggaraan yang diadakan kesembilan kalinya. Pitana menyampaikan bahwa pada partisipasi tahun ini Indonesia menampilkan paviliun seluas 405 m2 dan sebanyak 45 booth dengan menonjolkan keindahan dan kemegahan bahtera phinisi sebagai salah satu kekayaan khas budaya nusantara.

Sebanyak 90 industri pariwisata Indonesia (TA/TO, Hoteliers, DMO) bergabung dengan booth Indonesia). Terdapat 14 destinasi dari banyak sekali provinsi, menyerupai Jakarta (13), Jawa Barat (1), Jawa Tengah (1), Jawa Timur (3), Bali (53), Yogyakarta (2), Kalimantan Tengah (1), Kepulauan Riau (5), Nusa Tenggara Barat (4), Nusa Tenggara Timur (1), Papua Barat (1), Sulawesi Selatan (2), Sulawesi Tenggara (1), dan Sumatera Barat (2).

Kemenpar telah melaksanakan Rapat Koordinasi dan Exhibitor Briefing di Bali sebanyak dua kali untuk memperlancar kegiatan ini. “Kami membawa delegasi yang akan aktif berpartisipasi terdiri dari 90 industri dari destinasi-destinasi unggulan di Indonesia. Mereka akan membawa paket-paket wisata yang tentunya sudah siap untuk ditawarkan kepada para buyers,” tukas Pitana.

Tak hanya itu, ada dua Dinas Pariwisata Daerah, yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang yang membawa serta tujuh industri pariwisata dan dua peracik kopi yang akan menyampaikan kopi khas Indonesia. Ada juga Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Barat yang membawa serta dua pelaku industri pariwisata unggulanya.

Tampilan Paviliun “Wonderful Indonesia” kali ini tetap memakai konsep Phinisi, kapal tradisional Bugis yang sudah melalang buana. Namun, desainnya lebih atraktif dari sebelum-sebelumnya. Di booth ini juga akan disediakan minuman khas Indonesia, yang disebut sebagai Indonesian Exotic Drinks, Coffee Corner, minuman herbal dan rempah-rempah, Wedang Uwuh, Teh Bunga Telang, Bir Mataram, yang dihasilkan dari pertanian organik.

VIP Corner merupakan tempat duduk dari sofa yang nyaman untuk tamu-tamu VIP yang hadir di Paviliun Wonderful Indonesia. Payung-payung warna-warni, wayang kulit, aneka topeng tradisional epilog wajah, menjadi hiasan khas Indonesia. Desainnya banyak menghadirkan sentuhan tradisional dengan unsur budaya lokal sebagai ornamen semoga menjadi pembeda dengan yang lain.

Rizki Handayani, Asdep Pengembangan Pemasaran Mancanegara Wilayah ASEAN, mengungkapkan bahwa ITB Asia 2016 ialah lembaga untuk mempertemukan buyers dan sellers yang berkualitas. Kedua belah pihak sudah melaksanakan perjanjian sebelum pertemuan yang akan menjadi faktor kekuatan kegiatan ini. “ITB Asia mempertemukan international exhibitors dan buyers dari kalangan MICE, leisure dan corporate travel markets,” kata Rizki.

Tahun ini, Indonesia berkesempatan menerima satu slot Seminar Destination Showcase ITB Asia 2016. Seminar ini ialah salah satu kegiatan dalam ITB Asia di mana exhibitor boleh mempromosikan produk destinasi pariwisatanya dalam sebuah lembaga seminar yang dihadiri oleh buyers potential dan stakeholder yang berkecimpung di bidang pariwisata. Indonesia menghadirkan Ketua Tim Percepatan 10 Bali Baru, Hiramsyah Sambudhy Thaib untuk menampilkan seminar dengan tema paparan Treasures of Archipelago.

ITB Asia juga menjalin kerja sama dengan Crescenrating, otoritas wisata halal terkemuka di dunia. Crescenrating akan menjadi tuan rumah Halal in Travel-Asia Summit 2016, yaitu konferensi dan workshop untuk menyebarkan wawasan mengenai wisata halal. Di konferensi ini, Riyanto Sofyan selaku Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Halal menjadi panelis dengan tema National Strategies on Developing Halal Tourism.


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.