Gubernur Bi: Pariwisata Dapat Perkuat Ketahanan Ekonomi

Posted on

Foto: kemenpar

Jakarta – Dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah(Rakorpusda) Bank Indonesia, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan pariwisata yaitu pilihan sempurna untuk memperkuat ekonomi Indonesia.

Bahkan ia menganggap pariwisata bisa meningkatkan cadangan devisa negara yang terus tergerus semenjak Februari lalu. Selain itu, sektor pariwisata diyakini bisa menekan defisit neraca transaksi berjalan (Current Account Deficit) di Indonesia.

“Perlu diakselerasi dan sinergi kebijakan antara pemangku kepentingan. Karena, pariwisata penyumbang devisa ketiga terbesar, sesudah kelapa sawit dan kerikil bara. Potensi ke depan sangat besar untuk menyumbang devisa. Dengan mendorong pariwisata bisa menurunkan defisit transaksi berjalan dan memperkuat ketahanan ekonomi ke depan,” kata Perry Warjiyo dalam keterangan tertulis, Jumat (31/8/2018).

“Ditargetkan pada tahun 2019 jumlah wisman 20 juta orang dengan devisa 17,6 miliar US dolar, naik dibandingkan tahun sebelumnya sekitar 14 miliar US dolar,” terperinci Perry.

Monitoring dan penilaian pun akan dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan OJK. Monitoring dan penilaian ini dilakukan secara periodik terhadap pelaksanaan taktik kebijakan pengembangan sektor pariwisata yang menjadi janji prioritas bersama.

“Diharapkan dampak faktual lainnya pada peresapan tenaga kerja dan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif,” tutur Perry.

Sementara, Menteri Pariwisata Arief Yahya yang menjadi salah satu narasumber pada Rakorpusda menyampaikan sektor pariwisata telah ditetapkan menjadi core ekonomi bangsa.

Nantinya akan menjadi sumber devisa terbesar Indonesia. Hal ini bukanlah tanpa sebab. Dengan potensi keindahan alam yang dimiliki Indonesia tentu hal ini sanggup segera tercapai.

“Maka tidak lah heran jikalau Presiden Joko Widodo menetapkan untuk menjadikan pariwisata sebagai core ekonomi bangsa. Pariwisata harus digenjot lantaran merupakan satu-satunya sektor jasa yang paling potensial menyumbang devisa. Apalagi, pariwisata tidak terpengaruh pergerakan harga komoditas di pasar dunia. Sektor ini perlu kami garap bersama semoga bisa menghasilkan devisa secara cepat,” ujar Arief.

Arief juga menambahkan, pariwisata juga menunjukkan multiplier effect bagi sektor ekonomi lainnya. Baik yang mempunyai bantuan eksklusif maupun tidak eksklusif terhadap pariwisata. Sehingga peningkatan perekonomian sanggup dirasakan bersama.

“Pariwisata mempunyai dampak besar bagi perkembangan sektor lainnya.
Karena acara pariwisata membuat permintaan, baik konsumsi maupun investasi yang pada gilirannya akan menjadikan acara produksi barang dan jasa. Selama berwisata, wisatawan berbelanja, sehingga secara eksklusif menjadikan usul pasar barang dan jasa. Imbasnya tentu peningkatan perekonomian Indonesia,” pungkas dia.

Untuk mendorong hal tersebut, Rakorpusda yang digelar di Hotel Royal Amburrukmo, Yogyakarta, 27-30 Agustus 2018 itu pun mengeluarkan 9 taktik kebijakan yang akan diterapkan terhadap destinasi wisata prioritas.

Contohnya saja Danau Toba, Borobudur-Joglosemar, Mandalika, Labuan Bajo, Bali, Jakarta, Banyuwangi, Bromo, dan Kepulauan Riau sehingga percepatan sanggup dilakukan.

Pertama, penetapan taktik pencapaian kinerja pariwisata melalui peningkatan aksesibilitas, keragaman atraksi, kualitas amenitas, didukung oleh penguatan promosi, dan peningkatan kapasitas pelaku pariwisata (3A2P).

Kedua, penguatan data dan informasi pariwisata melalui penetapan nomenklatur pembagian terstruktur mengenai jenis perjuangan yang termasuk dalam bidang pariwisata.

Ketiga, peningkatan jalan masuk pembiayaan bagi acara perjuangan di sektor pariwisata melalui penetapan ketentuan umum penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Keempat, penerapan intensifikasi layanan sistem pembayaran dan ekonomi digital serta ekosistemnya di semua destinasi wisata.

Kelima, penguatan sinergi promosi destinasi pariwisata antara Pemerintah Pusat, Pemda dan Bank Indonesia. Keenam, Penguatan akses/konektivitas darat dan udara menuju destinasi wisata.

Ketujuh, pengembangan atraksi yang terintegrasi di destinasi wisata, antara lain paket wisata Borobudur-Joglosemar, dan paket wisata Bali-Banyuwangi. Kedelapan, peningkatan amenitas di destinasi wisata, melalui percepatan penyelesaian penataan area Kampung Ujung di Labuan Bajo.

Percepatan penyelesaian proses sertifikasi lahan untuk pembangunan akomodasi pendukung di sekitar Danau Toba. Selanjutnya peningkatan administrasi penanganan sampah dan limbah, serta penyediaan akomodasi air higienis pada wilayah-wilayah destinasi wisata.

Kesembilan, peningkatan kualitas SDM dan perjuangan pariwisata melalui pendidikan vokasi kepada pekerja di sektor pariwisata.


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.