Gerak Cepat Demi Kembangkan Geopark Belitung

Posted on

Foto: (Darwance Law/dTraveler)

Jakarta – Kementerian Pariwisata terus bergerak cepat demi membuatkan dan mengakibatkan Belitung sebagai Geopark UNESCO. Apa saja yang akan dilakukan?

Akselerasi percepatan Kemenpar dalam membuatkan Belitung sebagai Taman Bumi atau Geopark semakin menemui titik terang. Keseriusan satu dari 10 Bali Baru yang sudah ditetapkan sebagai destinasi prioritas itu diapresiasi oleh Sekretaris Jenderal Geopark Global Network (GGN) UNESCO, Guy Martini.

“Tiap Minggu progress perkembangan 10 top destinasi kami lihat satu per satu. Termasuk Belitung, yang sudah ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata itu,” terperinci Menpar Arief Yahya dalam rilis yang diterima detikTravel, Rabu (11/1/2017).

Kebanyakan atraksi di Belitung berbasis pada nature atau alam, ibarat Danau Biru, Pantai Tanjung Tinggi, Pantai Tanjung Kelayang, Desa Wisata Terong, Museum Tanjung Pandan, Bukit Pangkuan di Kecamatan Kelapa Kampit, Pantai Burung Mandi Kecamatan Damar, Museum Kata Kecamatan Gantung, dan Pantai Punai di Kecamatan Simpang Pesak.

“Alhamdulillah Geopark Belitung direspon positif Assesor Geopark Global Network (GGN) UNESCO, Guy Martini. Kerja tim yang cepat, keragaman dan keindahan geopark Belitung banyak dipuji Martini,” terang Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar, Hiramsyah S Thaib.

Martini sempat memverifikasi Geopark Belitong pada tanggal 26-29 Desember 2016. Hasilnya? Sangat positif. Batuan granit besar, batuan bertekstur porfiritik, mineral kuarsa, ortoklas, plagioklas, biotit, dan hornblende beraneka warna sampai batuan beku yang memiliki kristal kristal garang yang tersebar merata di Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur, banyak dipuji Profesor geologi asal Perancis itu.

Dia pun sangat optimistis Indonesia sanggup segera mendorong Geopark Belitong ke level dunia. “Martini menilai progresnya sudah on the track. Prediksinya, dalam kurun waktu 1- 2 tahun Geopark Belitong sudah sanggup mendapat status sebagai geopark nasional, sehabis itu sanggup didorong ke level dunia,” tambah Hiramsyah.

Pujian sama juga ikut dilontarkan Ketua Tim Geopark ITB 81, Diah Herawati. Dia mengaku merasa senang sekaligus terkejut alasannya yaitu dalam kurun waktu hanya empat bulan tim Geopark Belitong sudah sanggup running.

“Biasanya daerah lain lebih dari 4 bulan, bertahun-tahun malah belum kemana-mana minimal bergeraknya gres 2 -3 tahun. Tapi tim Geopark Belitong beda. Timnya kompak dari Barat ke Timur. Semua
mendukung, Pemerintah Daerah mendukung, komunitas mendukung. Ini cukup mengagetkan saya dan dia (Martini, red),” kata Diah.

Meski begitu, Diah menyatakan masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dikerjakan. Salah satunya ada menggerakkan komunitas-komunitas untuk membangun wisata mandiri.

“Ayo komunitas di Belitung Timur lebih bergerak lagi. Kalau di Belitung kan sudah banyak pariwisata yang dibentuk dari komunitas, di Belitung Timur harus lebih digerakkan lagi. Desa-desa dan komunitas harus membangun pariwisata mandiri,” ujarnya.

Ajakan Diah tadi memang sangat beralasan. Status geopark dari sebuah daerah geologi sangat berpotensi meningkatkan daya tarik suatu destinasi wisata. Geopark juga sanggup menjadi penggagas ekonomi paling cepat ketimbang sektor-sektor lain. Contoh riilnya sudah banyak. Tiongkok misalnya. Dari pendapatan wisata sekitar 6 miliar dollar AS atau Rp 80 triliun, sekitar 62 persen di antaranya atau mencapai Rp 49 miliar, disumbangkan dari pengelolaan 33 daerah geopark dunia.

Di Indonesia, manfaat ekonomi juga sudah dirasakan daerah Pegunungan Sewu Daerah spesial Yogyakarta. Pada 2011, Pendapatan Asli Daerah yang dihasilkan dari sejumlah destinasi wisata karst di lokasi tersebut gres sekitar Rp 800 juta. Namun, sehabis ditetapkan sebagai daerah geopark global dunia, pendapatan aslinya meningkat menjadi Rp 22,5 miliar.

Dan kebetulan, prosentase wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia alasannya yaitu faktor alam (nature) tidak mengecewakan tinggi. Angkanya menembus 35 persen. Potensi alam sebesar 35 persen tadi lalu dikembangkan sebagai wisata laut (marine tourism), wisata ekologi (ecotourism) 45 persen, dan wisata petualangan (adventure tourism) 20 persen.


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.