Geopark Belitung Diusulkan Ke Unesco

Posted on


Belitung Destinasi prioritas Tanjung Kelayang kian kencang berbagi Geopark di Belitung. Di bawah koordinasi tim Pokja Percepatan 10 Bali Baru yang diketuai Hiramsyah Syambudhi Thaib itu, Belitung tengah disibukkan menyiapkan sebuah Festival Geopark di Belitung dan Belitung Timur pada 9-11 Desember 2016.

“Sebagian dibikin di Belitung. Sebagian lagi di Belitung Timur. Komunitas, pemerintah, masyarakat, semuanya bersinergi,” ujar Tim Geopark ITB 81, Diah Herawati, Selasa (29/11).

Agenda yang digelar cukup beragam. Mulai seminar nasional Geopark Belitong, workshop teknik mendongeng untuk guru Taman Kanak-kanak & SD, mancing, menyelam dan bersepeda. Semua sanggup dinikmati sambil melihat keindahan panorama wisata di Pulau Memperak, Pulau Bukulimau dan Open Pit.

Pemkab Belitung dan Belitung Timur akan saling bekerja sama tanpa batasan kewenangan admisitratif. Upaya ini dilakukan karena evaluasi Geopark yang dilakukan UNESCO menyebar merata di seluruh pulau. Dari mulai batuan granit besar, batuan bertekstur porfiritik, mineral kuarsa, ortoklas, plagioklas, biotit, dan hornblende beraneka warna sampai batuan beku yang memiliki kristal kristal kasar, semua tersebar merata di Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur.

“Kalau jalan sendiri-sendiri nanti enggak ketemu. Geopark itu statusnya kan rentang geologi. Dan UNESCO menilainya satu pulau. Makara tak sanggup jalan sendiri-sendiri. Dua kabupaten visinya harus sama,” kata Diah.

Sementara itu, Ketua Pokja Percepatan 10 Bali Baru Kemenpar, Hiramsyah Syambudhi mengatakan,”Status geopark dari sebuah daerah geologi berpotensi meningkatkan daya tarik suatu destinasi wisata. Geopark juga sanggup menjadi pelopor ekonomi paling cepat ketimbang sektor-sektor lain,”

Konsep geopark memang berpotensi menghadirkan pendapatan yang signifikan. Sebagai teladan Tiongkok, dari pendapatan wisata sekitar 6 Miliar dollar AS atau Rp80 Triliun, sekitar 62 persen di antaranya atau mencapai Rp 49 Miliar, disumbangkan dari pengelolaan 33 daerah geopark dunia.

Di Indonesia, manfaat ekonomi juga sudah dirasakan daerah Pegunungan Sewu Daerah spesial Yogyakarta. Pada 2011, Pendapatan Asli Daerah yang dihasilkan dari sejumlah destinasi wisata karst di lokasi tersebut gres sekitar Rp800 juta. Namun sesudah ditetapkan sebagai daerah geopark global dunia, pendapatan aslinya meningkat menjadi Rp22,5 Miliar.

Angka itu belum termasuk potensi pendatan dari daerah UNESCO Global Geopark (UGG) Gunung Batur (Bali) serta empat Geopark Nasional (GN) Kaldera Toba (Sumatera Utara), GN Merangin (Jambi), GN Cileteuh (Jawa Barat), dan GN Rinjani (Lombok, NTB), yang gres dinominasikan menjadi daerah UNESCO Global Geopark (UGG).

Ciletuh Jawa Barat juga tak jauh beda. Dulunya kunjungan wisatawan hanya 200 ribu orang dalam setahun. Sejak ditetapkan menjadi geopark nasional, angka kunjungan wisatawannya melonjak menjadi 1.200 orang setahun. “Awalnya pemasukan hanya Rp800 juta kini jadi Rp2,3 Miliar. Potensinya sangat besar jadi harus digarap serius,” katanya.

Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia alasannya ialah faktor alam (nature) prosentasenya tidak mengecewakan tinggi. Angkanya menembus 35 persen. Potensi alam sebesar 35 persen tadi lalu dikembangkan sebagai wisata maritim (marine tourism), wisata ekologi (ecotourism) 45 persen, dan wisata petualangan (adventure tourism) 20 persen. “Di dalamnya termasuk geopark,”kata Huramsyah.

PIC Tanjung Kelayang, Larasati dan sejumlah perangkat desa sudah mulai menyiapkan banyak sekali sarana pendukung untuk menyambut periode geopark di Belitung. Desa Senyubuk Kecamatan Kelapa Kampit misalnya, bermacam-macam infrasturktur menyerupai homestay, pertunjukan budaya, dan souvenir di sekitar Gunung Kik Karak sudah disiapkan masyarakat di sana untuk menyambut wisatawan.

“Untuk menyambut geopark warga desa di sana sudah menyiapkan homestay untuk 200 orang. Ada juga mess Pemda. Kebetulan warga di sana juga punya sanggar yang sudah cukup usang berdiri. Atraksi seni dan budaya lokal sanggup ditampilkan untuk menyambut wisatawan,” kata Larasati.

Menpar Arief Yahya menambahkan, tahun 2016 Kemenpar sudah mengusulkan 2 Geopark ke UNESCO. Yakni Geopark Rinjani dan Geopark Ciletuh Sukabumi Jawa Barat. Tahun 2017 nanti pihaknya akan mengusulkan dua lagi, yakni Geopark Belitung dan Geopark Danau Toba.


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.