Geliat Destinasi Digital Dari Kacamata Pakar Media Sosial

Posted on

Foto: Kemenpar

Jakarta – Freelancer Social Media Strategist Ang Tek Khun menyampaikan pintu kreativitas di sektor pariwisata dibuka lebar-lebar pada kala Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, destinasi digital dibangun di mana-mana sehingga risikonya bisa ikut dinikmati pribadi oleh masyarakat.

“Kabinet Kerja di bawah Presiden Jokowi banyak memperlihatkan kejutan. Presiden Jokowi mengakibatkan pariwisata sebagai leading sector. Dahulu pariwisata menjadi urusan urusan orang bau tanah juga para pejabat terkait. Tapi, ketika ini pariwisata justru banyak ditopang kaum muda milenial. Konsepnya kekinian banget. #MillennialsItuKita,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (4/4/2019).


Dia juga menjelaskan pariwisata memperlihatkan devisa sekitar Rp 223 triliun di 2018. Angkanya surplus Rp 20 triliun dari tahun sebelumnya. Dengan postur besar, pariwisata bisa menyerap tenaga kerja hingga 12,6 juta orang. Sektor ini pun memperlihatkan donasi pada PDB Nasional sebesar 5,25%. Angka ini jauh di atas profil 2014, alasannya waktu itu devisa yang dihasilkan hanya Rp 144 Triliun.

“Pada masa pemerintahan Presiden Jokowi banyak melaksanakan gebrakan baru. Sektor pariwisata terus didorong hingga menjadi motor ekonomi baru. Atraksi, aksesibilitas, dan amenitas terus disempurnakan. Lebih menarik lagi, kaum milenials juga diberi slot untuk berkreasi,” terang Khun yang lulusan Universitas Surabaya.


Hal ini semakin diperkuat dengan Kementerian Pariwisata yang merilis konsep Destinasi Digital. Hingga selesai Maret 2019, jumlah Destinasi Digital sudah mencapai 65.

Beberapa Destinasi Digital diantaranya, Pasar Karetan (Jawa Tengah), Pasar Pancingan (NTB), Pasar Kakilangit (Yogyakarta), Pasar Rimba (Bangka Belitung). Ada juga trio Jawa Tengah lainnya ibarat Pasar Inis, Kumandang, dan Watu Gede.

Destinasi Digital ini menjadi wadah kreativitas bawah umur milenial. Sebab, para milenial mempunyai banyak value. Entah itu creative value, maupun commercial value. Creative value memperlihatkan space lebar bagi member untuk mendapat konten terbaik bagi platform media sosialnya. Baik itu konten text, foto, maupun video. Lalu, commercial value mendatangkan income besar secara rutin.

Dari Destinasi Digital, menurutnya, ada pergerakan ekonomi yang positif dinikmati oleh masyarakat. Bahkan berdasarkan progres Pasar Karetan, setiap lapak milik masyarakat mempunyai omzet sekitar Rp 1,5 juta pada 2018. Pasar Karetan membuka terusan ekonomi 3 desa, adalah Segrumung, Sasak, dan Slamet. Mereka mendapat ajaran kas Rp2 juta hingga Rp 3 Juta per pekan dari lahan parkir.

“Hasil positif dari Destinasi Digital ini harus diapresiasi. Apalagi merespons Presiden Jokowi, Kemenpar banyak melaksanakan gebrakan hebat. Bukan sekadar aksi, prestasi besar yang didapat juga sangat nyata. Rapor positif Destinasi Digital ini menjadi sisi lain keberhasilan pengembangan pariwisata,” tegasnya.

Profil serupa juga ditunjukan oleh Pasar Rimba. Pasar ini melibatkan masyarakat dalam aktivitasnya. Warga diajak membuatkan konsep pertanian dengan fokus sayuran dan buah. Mereka sekarang menjadi pemasok produk holtikultura di pasar utama Belitung. Ilustrasinya, Pasar Rimba mempunyai 4 buah green house dengan sayuran yang ditangkap lengkap. Ada sawi, kangkung, tomat, edamame, dan bayam.

Pada selesai 2018, dengan masa panen 5 pekan, sawi memperlihatkan kapasitas produksi 25 kg. Produk dari edamame dihasilkan 30 kg per panen. Untuk bayam, produksinya 25 kg per 3 pekan atau tomat dengan kapasitas 25 kg. Menempati lahan 6 hektare, koleksi buahnya ada sirsak, mangga, sawo, rambutan, manggis, sukun, matoa, nangka/cempedak, jambu, durian, dan jeruk hingga rosela.

Buah markisa bahkan sudah dipanen dengan kapasitas produksi sekitar 3 ton. Kini, Pasar Markisa ini setiap pekannya memanen sekitar 100 Kg buah Markisa.

“Destinasi Digital diberikan kebebasan untuk membuatkan seluruh potensinya. Hasilnya tentu sangat riil. Selain dirinya, Destinasi Digital ini juga menghidupi masyarakat di sekitarnya. Pangsa pasarnya juga sangat jelas,” papar Khun lagi.

Menurutnya, Kemenpar juga merintis acara Local Guide. Program ini memperlihatkan kesempatan lebih luas bagi milenial untuk aktif dalam industri pariwisata lebih besar. Lalu, secara teknis mereka juga bisa meng-create bisnisnya secara masif. Kanalnya pun lengkap melalui sport tourism, adventure, wisata sejarah, alam, budaya, hingga nomadic tourism.

Local Guide memungkinkan milenial membuatkan paket wisatanya sendiri. Selain destinasi menarik di daerahnya, mereka juga bisa memilih harga paket wisatanya. Lebih menarik lagi, Kemenpar akan membantu branding setiap paket wisata yang ditawarkan. Untuk menguatkan sumber daya manusianya, format pembinaan of trainers akan diberikan.

“Pariwisata semakin hidup di daerah. Milenial dan masyarakat niscaya akan lebih diuntungkan bila local guide ini digulirkan. Dengan progress positif pada semua lini pariwisata, kondisi ini sudah seharusnya dipertahankan bahkan ditingkatkan. Peluang untuk terus membuatkan Destinasi Digital terbuka lebar bila sistemnya tidak mengalami perubahan,” tutupnya.


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.