Dinas Lh Gunungkidul Minta Peternakan Ayam Di Geopark Selesaikan Amdal

Posted on

Peternakan ayam di Geopark Gunung Sewu (Cahyo/Istimewa)

Gunungkidul – Polemik peternakan ayam di Geopark Gunung Sewu, Gunungkidul menyerupai jalan di tempat. Dinas Lingkungan Hidup meminta Amdal diselesaikan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul meminta peternakan ayam PT Widodo Makmur Unggas di Geopark Gunung Sewu segera menuntaskan IMB dan Amdal. Hingga kini, perusahaan tersebut memang belum melengkapi perizinan.

“Sebenarnya daerah karst menyerupai Geopark Gunung Sewu memang boleh untuk usaha. Tetapi yang penting harus mengikuti aturan, izin amdal dan IMB harus dilengkapi,” kata Sekretaris DLH Gunungkidul, Aris Suryanto ketika dihubungi wartawan, Selasa (18/9/2018).

Aris mengatakan, bahu-membahu DLH Gunungkidul telah melayangkan surat peringatan kepada PT Widodo Makmur Unggas bulan Juli lalu. Alasannya, alasannya yakni perusahaan tersebut belum mempunyai IMB dan dokumen Amdal, namun sudah memulai pembangunan.

“Kami sudah sesuai aturan dengan memperingatkan hal itu (surat peringatan). Memang mereka sudah mendaftar OSS, tapi tetap tidak boleh membangun. Sebab OSS hanya registrasi, sementara untuk konstruksi tetap menunggu amdal dan IMB,” jelasnya.

Bukit karst yang dibabat jadi peternakan ayam (Cahyo/Istimewa)Bukit karst yang dibabat jadi peternakan ayam (Cahyo/Istimewa) Foto: undefined


Sementara Ketua Komisi B DPRD Gunungkidul Sugito menuturkan, bahu-membahu Pemkab Gunungkidul tidak menolak kehadiran investor. Namun para investor tetap harus mematuhi regulasi yang ada, tak terkecuali peternakan ayam seluas 20 hektare di Pacarejo itu.

“Prinsipnya, siapapun investornya kami sambut dengan baik. Tetapi jangan hingga bertentangan dengan aturan,” tegasnya.

Menurutnya, Komisi B akan berupaya memanggil sejumlah pihak terkait untuk mengklarifikasi polemik peternakan ayam di area Geopark Gunung Sewu tersebut. Pihaknya ingin memastikan keberadaan sangkar ayam raksasa ini tidak menyalahi aturan.

“Dalam waktu akrab kami akan memanggil kepala DPMPT (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu),” pungkas dia.

 Sayang bila geopark ini rusak (Youtube/BADAN GEOLOGI INDONESIA) Sayang bila geopark ini rusak (Youtube/BADAN GEOLOGI INDONESIA) Foto: undefined

Sebelumnya, peternakan ayam milik PT Widodo Makmur Unggas seluas sekitar 20 hektare di Tonggor menjadi polemik. Penyebabnya alasannya yakni peternakan ayam tersebut berlokasi di daerah lindung karst. Tak hanya itu, keberadaan peternakan tersebut dikhawatirkan mencemari sungai bawah tanah di bawah Geopark Gunung Sewu.

Diduga, peternakan ayam ini melanggar Perda Kabupaten Gunungkidul No 6/2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2030. Aturan yang dilanggar bukan soal lokasinya, tapi cara pembangunannya yang merusak alam.

Pasal 75 aksara d menegaskan bahwa acara di Zona Kawasan Lindung Geologi yang dihentikan yakni acara yang berpotensi merusakkan bentukan karst dan ekosistem karst. Namun Cahyo Alkantana, pengelola Gua Jomblang dan daerah Geopark Gunung Sewu di Gunungkidul, DI Yogyakarta, sekaligus Ketua Asosiasi Wisata Goa Indonesia (ASTAGA), memberi kesaksian peternakan ayam ini sudah membabat 5 bukit karst!

“Saya sudah tiba ke sana dan survei langsung. 5 Conical karst sudah dipenggal menjadi lahan rata. Itu ada peraturannya dan ada undang-undang tertulis. Siapapun yang mengubah bentang alam daerah karst sudah termasuk ranah aturan pidana,” katanya kepada detikTravel, Rabu (12/9).


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.