Cahaya Nirwana Gua Jomblang Yang Terancam Peternakan Ayam

Posted on

Cahaya nirwana Gua Jomblang di Gunungkidul (Indra Wijaya/dTraveler)

Gunungkidul – Gua Jomblang di Gunungkidul mempunyai fenomena cahaya surga. Sayang, tempat seindah itu sekarang terancam gara-gara peternakan ayam.

Pembangunan peternakan ayam PT Widodo Makmur Unggas di Desa Pacarejo, Gunungkidul, DI Yogyakarta menjadi kontroversi. Sebabnya, lahan seluas 20 hektar dari perusahaan tersebut berada di dalam daerah Geopark Gunung Sewu.

Lebih mirisnya lagi, kanal limbah peternakan ayam ini mengarah ke bawah tanah. Padahal di bawah tanah ada sungai underground.

“Meski mereka mengelak pakai teknologi canggih, tapi aku sudah melihat jikalau kanal limbahnya itu mengarah ke dalam gua dan ditutup tanah,” papar Cahyo Alkantana, pengelola Gua Jomblang dan daerah Geopark Gunung Sewu di Gunungkidul, DI Yogyakarta, sekaligus Ketua Asosiasi Wisata Goa Indonesia (ASTAGA) kepada detikTravel, Kamis (13/9/2018).

BACA JUGA: Bisakah Limbah Peternakan Ayam Merusak Geopark Gunung Sewu?

Artinya, limbah peternakan ayam ada risiko dapat mencemari sungai bawah tanah dan gua-gua di sana. Padahal, gua-gua di sekitarnya sudah menjadi destinasi wisata menyerupai Gua Jomblang yang terkenal.

“Sekali lagi aku tekankan dan aku sudah survei sendiri, di bawah peternakan ayam itu ialah pertemuan 4 sungai utama bawah tanah yakni Sumuluh Seropan, Jomblang Grubug, Bribin dan Ngingrong. Titik simpul pertemuannya di situ, dapat kita bayangkan nanti akan terkotori dan rusak destinasi-destinasi wisata menyerupai Kalisuci dan Gua Jomblang,” kata dia.

Khususnya Gua Jomblang, gua ini sudah tersohor namanya bagi wisatawan dalam dan luar negeri. Jomblang berada dalam satu sistem gua berjulukan Grubug, nah bahwasanya fenomena cahaya nirwana yang populer itu ialah di Gua Grubug. Tapi toh, tak problem menyebutnya berada di Gua Jomblang.

“Gua Jomblang itu merupakan sistem gua yang terhubung dengan gua-gua lain. Di dalamnya ada hutan purba dan sungai bawah tanah. Setelah turun 70 meter secara vertikal dari Gua Jomblang dengan tali, kita akan menjelajahi hutan purba dan memasuki lorong sepanjang 300 meter ke Gua Grubug,” kata Cahyo.

Perjalanan ke Gua Jomblang (Leonard Anthony/d'Traveler)Perjalanan ke Gua Jomblang (Leonard Anthony/d’Traveler)

Setibanya di Gua Grubug, dari dasarnya terlihat lubang besar dengan berada di ketinggian 100 meter. Dari lubang itulah, pada pukul 11.00 hingga 12.00 WIB bakal terlihat sinar matahari yang masuk ke dalam lubangnya dan menyerupai tirai. Bahasa fotografernya, Ray of Light (ROL) yakni cahaya matahari yang membentuk garis-garis.

Cahayanya luar biasa indah. Dengan suasana gua yang sangat gelap, cahaya itu makin terlihat begitu mempesona. Dengan suasana yang hening pula, cahayanya makin terlihat khidmat. Tak ayal, para traveler yang pernah melihat cahaya ini niscaya oke untuk menyebutnya sebagai Cahaya Surga.

(Elzam Zami Cimot/ACI)(Elzam Zami Cimot/ACI)

“Ya, banyak yang bilang cahaya itu ialah cahaya surga. Saat melihatnya, tak sedikit ada yang salat, bersujud atau berdoa. Cahaya menyerupai ini terjadi secara alami, tidak ada di tempat lain. Saya sudah ke seluruh gua di dunia, tapi belum pernah menemukan Cahaya Surga menyerupai di Gua Grubug ini,” ungkap Cahyo.

“Cahaya Surga ini terbentuk secara alami. Begini, di dasar Gua Jomblang dan Gua Grubug itu ada sungai bawah tanah yang sepanjang 25 km. Sungai bawah tanah itu mempunyai jeram-jeram, sehingga partikel airnya terangkat ke udara. Partikel-partikel air itulah yang lalu membentur cahaya dan menjadi apa yang kita lihat pada Cahaya Surga itu,” tambahnya.

Cahyo berujar, dirinya sudah menjelajahi gua-gua di selatan Prancis, gua-gua di Amerika dan gua-gua di Meksiko yang mempunyai kontur yang persis menyerupai Gua Grubug. Namun, gua-guanya tidak mempunyai cahaya menyerupai di Gua Grubug alasannya ialah bermacam-macam hal menyerupai ada yang tidak mempunyai sungai, terkena cahaya matahari atau punya sungai tapi tak mempunyai jeram.

(Indra Wijaya/d'Traveler)(Indra Wijaya/d’Traveler)

Sayang, sekarang pembangunan peternakan ayam PT Widodo Makmur Unggas bakal mengancam kelestarian alam Gua Jomblang dan Gua Grubug. Kotoran limbahnya bakal menciptakan wisatawan tak nyaman yang juga dapat mencemari sungai-sungai di bawah tanahnya yang sudah dimanfaatkan masyarakat di sekitarnya untuk sumber air bersih.

“Sifat kerikil gamping di dalam gua tersebut ialah berpori-pori menyerupai busa. Jarak dari peternakan ayam ke guanya 1,3 km, yang aku prediksi cukup 6 bulan kita dapat terkena efek limbah dan kotorannya. Ya pikir saja, masa kita mau masukin wisatawan ke ‘septic tank’?” terperinci Cahyo.

BACA JUGA: Nama Indonesia Rusak Jika UNESCO Cabut Geopark Gunung Sewu


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.