Bagaimana Membangun Desa Wisata?

Posted on

Atraksi silat di Desa Wisata Kubu Gadang, Padang Panjang (Dikhy Sasra/detikFoto)

Jakarta – Membangun desa wisata, tidak hanya bermodalkan pemandangan indah. Ada beberapa kritertia dan hal-hal penting yang harus diperhatikan.

“Alam, budaya dan kreatif ialah modal untuk desa wisata,” kata Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Pedesaan dan Perkotaan Kementerian Pariwisata, Vitria Ariani kepada detikTravel baru-baru ini di Lantai 12 Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Wanita yang erat disapa Ria itu menjelaskan, syukurnya desa-desa di Indonesia sudah diberkahi keindahan alam. Misalnya, berada di atas pegunungan yang mempunyai lanskap hijau nan bagus serta berada di pesisir pantai dengan hamparan pasir putih.

BACA JUGA: Jadilah Desa Wisata, Agar Tidak Ada Urbanisasi ke Kota

Pun soal budaya, banyak desa di Indonesia yang punya budaya begitu kental. Budaya yang masih asli dan bisa menciptakan wisatawan jatuh hati. Di Desa Penglipuran Bali misalnya, warganya masih hidup dengan nilai-nilai budaya luhur.

Desa Penglipuran yang masyarakatnya masih menjaga nilai-nilai kebudayaan Bali (Dikhy Sasra/detikFoto)Desa Penglipuran yang masyarakatnya masih menjaga nilai-nilai kebudayaan Bali (Dikhy Sasra/detikFoto)

“Soal alam dan budaya, kita tidak perlu mencemaskan sebab desa-desa di Indonesia banyak yang mempunyai modal tersebut dan harus dikemas dengan story telling yang bagus. Hanya saja soal kreatif, harus selaras dengan hal-hal yang mensejahterakan alam dan menjadi atraksi yang menarik,” terang Ria.

“Dan untuk menciptakan hal-hal kreatif, tidak sulit kok. Contoh di Desa Nglanggeran, Gunungkidul dengan kreatifitasnya mereka menciptakan flying fox untuk menjadi atraksi wisata. Paling gampang, bikin spot selfie,” terang perempuan yang juga pendiri Binus University Cultural and Tourism Research.

Desa Nglinggo di Kulonprogo yang mempunyai spot selfie buat wisatawan (Shinta Angriyana/detikTravel)Desa Nglinggo di Kulonprogo yang mempunyai spot selfie buat wisatawan (Shinta Angriyana/detikTravel)

Setelah 3 modal tersebut, selanjutnya ialah soal komitmen. Komitmen masyarakat desa dan pemerintahnya untuk menggembangkan dan merawat desanya sebagai desa wisata.

“Harus ada CEO commitment dari kepala desa, Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dari masyarakatnya dan Genpi (Generasi Pariwisata Indonesia) bawah umur mudanya. Kepala desa bisa meneruskan kepada bupati dan bupati setempat harus mengeluarkan SK untuk desa wisatanya, biar kami dari pihak Kemenpar bisa mendata dan membantu mempromosikan,” papar Ria.

“Harus baik pembangunan, pendanaan dan pengelolaannya untuk menjadi desa wisata,” pungkasnya.

Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Pedesaan dan Perkotaan Kementerian Pariwisata, Vitria Ariani (dok Istimewa)Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Pedesaan dan Perkotaan Kementerian Pariwisata, Vitria Ariani (dok Istimewa)


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.