Babat Bukit, Peternakan Ayam Di Gunung Sewu Berkelahi Perda?

Posted on

Foto: Pembangunan peternakan ayam membabat 5 bukit karst (Istimewa/Cahyo)

Gunungkidul – Peternakan ayam di Geopark Gunung Sewu memang diatur dalam Peraturan Daerah tata ruang Gunungkidul. Namun cara pembangunannya diduga melanggar perda.

Sebelumnya, peternakan ayam milik PT Widodo Makmur Unggas di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul menjadi polemik alasannya dibangun di daerah Geopark Gunung Sewu yang diakui oleh UNESCO dan dengan objek wisata Kalisuci dan Gua Jomblang. Bupati Gunungkidul menegaskan peternakan ini tidak menyalahi tata ruang alasannya Peraturan Daerah mengatur adanya peternakan di Kecamatan Semanu.

“Lokasi tersebut tidak melanggar Perda RTRW. Karena Kecamatan Semanu termasuk tujuh kecamatan sebagai daerah pengembangan ternak unggas,” kata Bupati Gunungkidul Badingah, Kamis (13/9). Masalahnya berdasarkan bupati yaitu belum ada IMB dan Amdal.

BACA JUGA: Peternakan Ayam di Geopark Gunung Sewu Tak Langgar RTRW

Benarkah hanya itu masalahnya? detikTravel, Jumat (14/9/2018) menelusuri isi Perda Kabupaten Gunungkidul No 6/2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2030. Ada beberapa fakta penting.

Pasal 33 aksara b nomor 6 secara tegas menyebutkan mengenai penetapan Kawasan Lindung Geologi untuk daerah keunikan proses geologi mencakup Kawasan Kalisuci di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul.

Artinya desa dimana peternakan itu berdiri yaitu belahan dari daerah lindung geologi alasannya ada Kalisuci. Kalisuci dikenal wisatawan sebagai objek wisata cave tubing.

Bagaimana aturan acara di Zona Kawasan Lindung Geologi? Pasal 75 aksara d menegaskan bahwa acara di Zona Kawasan Lindung Geologi yang tidak boleh yaitu acara yang berpotensi merusakkan bentukan karst dan ekosistem karst.

Nah, pasal inilah yang dianggap telah dilanggar. Cahyo Alkantana, pengelola Gua Jomblang dan daerah Geopark Gunung Sewu di Gunungkidul, DI Yogyakarta, sekaligus Ketua Asosiasi Wisata Goa Indonesia (ASTAGA), menyampaikan peternakan ayam ini sudah membabat 5 bukit karst!

BACA JUGA: Sekarang Namanya Geopark Gunung Sewu Minus 5

“Saya sudah tiba ke sana dan survei langsung. 5 Conical karst sudah dipenggal menjadi lahan rata,” katanya kepada detikTravel, Rabu (12/9).

Menurut Cahyo, hal tersebut sudah melanggar aturan. Jelas-jelas, tidak boleh untuk mengubah bentang alam apalagi hingga merusaknya di dalam daerah geopark.

“Itu ada peraturannya dan ada undang-undang tertulis. Siapapun yang mengubah bentang alam daerah karst sudah termasuk ranah aturan pidana,” tegasnya.

Nah lho, bagaimana ini?


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.