Air Terjun Di Bantul Yang Bagus Jelita

Posted on

Air Terjun Jurang Pulosari di Bantul (Pradito Rida Pertana/detikTravel)

Bantul – Liburan simpulan pekan ke Bantul, jangan ke Pantai Parangtritis saja. Kunjungi juga Air Terjun Jurang Pulosari yang cantiknya alami. Airnya segar!

Tempat wisata di Bantul memang identik dengan pantai, terutama Pantai Parangtritis. Ternyata, selain mempunyai banyak tempat wisata Pantai, Kabupaten Bantul juga mempunyai beberapa wisata penderasan yang sayang untuk dilewatkan.

Salah satunya ialah penderasan berjulukan Jurang Pulosari yang berada di Desa Wisata Krebet, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul. Meski masuk wilayah Desa Wisata tersebut, Jurang Pulosari ternyata berada di perbatasan Desa Sendangsari dan Desa Triwidadi, Pajangan, Bantul.

Tak hanya menyuguhkan pemandangan penderasan di antara jurang dan rindangnya pepohonan, pengunjung juga sanggup berenang di Jurang Pulosari. Namun, untuk sanggup menikmati dua hal tersebut, pengunjung harus menempuh perjalanan darat sejauh 14 kilometer dari jantung Kota Yogyakarta menuju Desa Wisata Krebet.

(Pradito Rida Pertana/detikTravel)(Pradito Rida Pertana/detikTravel) Foto: undefined

Jalur yang ditempuh hingga ke Desa Wisata Krebet terbilang cukup mudah, sebab jalanan yang dilalui sudah beraspal. Sampai di Desa Sendangsari, pengunjung hanya perlu mengikuti jalan conblok, untuk penunjuk jalan ke Jurang Pulosari juga cukup banyak sehingga pengunjung tidak akan tersesat.

Setelah melewati jalan cor blok, pengunjung akan menemukan goresan pena ‘Tempat Parkir’ di salah satu halaman rumah warga. Dari tempat parkir itu, pengunjung harus berjalan kaki menuju Jurang Pulosari melalui jalan setapak yang terbuat dari cor blok.

Sampai di susukan Jurang Pulosari, pengunjung harus menuruni jurang dengan menapaki anak tangga yang terbuat dari bebatuan dan dan dipenuhi lumut. Tak hanya itu, jembatan besi yang menuju ke Jurang Pulosari rusak dan sangat sulit dilewati.

Perjalanan menuju ke Jurang Pulosari memang menguras tenaga. Namun damai saja, sebab selama perjalanan pengunjung akan ditemani pemandangan hijau tumbuhan dan pepohonan rindang menuju lokasi tersebut.

Sekitar 15 menit berjalan, rasa lelah pengunjung terbayarkan dengan pemandangan air terjun yang menawan dan asri. Memang tidak tinggi, namun air yang turun dari ketinggian cukup deras dan bening.

 (Pradito Rida Pertana/detikTravel) (Pradito Rida Pertana/detikTravel) Foto: undefined

Terlebih pengunjung sanggup berenang di bawah penderasan tersebut. Selain itu, pengunjung sanggup berswafoto ria dengan background penderasan yang cukup deras.

Jumeno (63), salah seorang pengelola Jurang Pulosari mengatakan, bahwa Jurang Pulosari dulunya dipenuhi pepohonan besar dan sesudah mengetahui ada penderasan maka sebagian pepohonan itu ditebangi. Menurutnya, semenjak dibersihkan, Jurang Pulosari gres baru resmi dibuka sebagai tempat wisata semenjak empat tahun terakhir.

“Setelah dibabat itu belum ramai, gres satu dua orang saja ke sini (Jurang Pulosari). Terus dikelola Pokdarwis dan populer lewat internet, kemudian banyak yang ke sini,” ungkapnya ketika ditemui di Jurang Pulosari, Sabtu (23/2/2019).

Lanjut laki-laki bertubuh kurus ini, warga juga membangun 5 gazebo di sekitar daerah Jurang Pulosari, dan mendirikan warung yang menjual makanan dan minuman. Namun hal itu hanya berlangsung beberapa tahun saja, dan kini kondisinya terbengkalai.

“Akhirnya nggak jalan (Pengelolaannya), ya mungkin sebab jalur untuk ke Jurang Pulosari yang cukup sulit dan pengunjung yang ke sini juga semakin berkurang. Karena ramainya hanya pas hari Sabtu dan Minggu saja,” ucap Jumeno.

 (Pradito Rida Pertana/detikTravel) (Pradito Rida Pertana/detikTravel) Foto: undefined

Padahal, sambung Jumeno, Jurang Pulosari sangat indah untuk dinikmati. Tak hanya yummy dipandang saja, namun pengunjung sanggup berenang di bawah penderasan tersebut.

“Bisa untuk renang (di bawah air terjun), yang tiba ke sini juga kebanyakan mau berenang. Karena kedalamannya (air) sekitar 1 hingga 1 setengah meter, tapi ya tetap harus hati-hati sebab dasarnya itu batu-batu,” katanya.

Jumeno mengakui, bahwa fatwa penderasan di Jurang Pulosari memang dipengaruhi musim, sebab pada ekspresi dominan kemarau fatwa air tidak deras. Kendati demikian, air di Jurang Pulosari tidak pernah kering.

“Kalau kemarau hanya sedikit airnya, tapi tidak hingga kering,” ujarnya.

Jumeno menambahkan, Jurang Pulosari sendiri buka semenjak pagi dan tutup pukul 18.00 sore. Sedangkan biaya untuk masuk ke Jurang Pulosari hanya Rp 1.000, jikalau mandi di bawah penderasan membayar Rp 2.000 dan biaya parkir Rp 3.000.

“Tapi kalau hari biasa diharap pengunjung bawa makan dan minuman sendiri, sebab warungnya tidak buka. Kalau simpulan pekan juga hanya sedikit yang buka warung di sini (Jurang Pulosari),” pungkasnya.


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.