10 Kota Ini Punya Daya Saing Pariwisata Yang Tinggi

Posted on


JakartaAda sebuah terobosan gres dalam rakornas IV Pariwisata di Hotel Sultan, Jakarta pada 6-7 Desember yang digelar Kemenpar. Pertama kalinya, Kemenpar meluncurkan Indeks Pariwisata Indonesia (IPI) dari 505 kabupaten-kota se-Indonesia. Penyusunan ranking itu didapat melalui survei dan mengacu pada Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang dikeluarkan World Economic Forum (WEF) serta sudah diadaptasi dengan kondisi di Indonesia.

“Gunakan global standard semoga kita sanggup berkompetisi di level global. Standar penilaiannya memakai TTCI – WEF yang sudah diakui dunia, dan semua Negara dipotret dengan analisa indikator serta kriteria yang mereka buat. Hasil itu sanggup dipakai untuk mengukur kesiapan daerah tujuan pariwisata menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,” ujar Menpar Arief Yahya.

Pengukuran IPI berbasis data sekunder (data statistik) dipakai untuk memilih skor indeks daya saing pariwisata di 505 kabupaten/kota. Empat aspek penopang pariwisata menyerupai aspek lingkungan pendukung bisnis, tata kelola, potensi wisata, dan infrastruktur semuanya dinilai. Keempat aspek inilah yang disusun sebagai basis konsep pengukuran IPI. Totalnya ada 78 indikator data yang dikelompokkan menjadi 14 pilar penilaian. Tiap pilar dikelompokkan lagi menjadi empat aspek pengukuran utama.

Pengukuran indeks persepsi juga dilakukan terhadap 25 daerah dengan skor tertinggi berdasarkan hasil pengukuran indeks daya saing pariwisata. Survei persepsi yang memakai model wawancara tatap muka ini bertujuan mengetahui bobot hasil pengukuran indeks daya saing dengan memasukkan evaluasi masyarakat terkait pembangunan pariwisata di daerah masing-masing. “Tim penelitinya juga kredibel, terpercaya, yakni Kompas,” kata Arief Yahya.

Hasilnya, tingkat daya saing tertinggi industri pariwisata Indonesia masih didominasi kota-kota besar. Kota Denpasar menduduki peringkat tertinggi dalam Indeks Pariwisata Indonesia dengan skor 3,81 dari rentang skala indeks 0 – 5. Aspek lingkungan pendukung bisnis, tata kelola, dan infrastruktur menjadi penopang utama keunggulan ibu kota Provinsi Bali itu. Denpasar juga sukses menyambar posisi pertama untuk kategori Aspek Lingkungan Pendukung Bisnis dengan skor 3,71.

Kesiapan infrastruktur, pinjaman lingkungan bisnis, dan nama Bali yang sudah populer di dunia menjadi pondasi kokoh pengembangan pariwisata Denpasar. Posisi sebagai sentra persebaran wisatawan juga menjadi berkah bagi Kota Denpasar. Lingkungan bisnis yang mapan, ketersediaan sumber daya manusia, serta kesiapan infrastruktur teknologi informasi (TI) menjadi pilar paling berperan membangun lingkungan pendukung pariwisata kota ini.

“Penilaian telah dilakukan sebelumnya melalui survei persepsi yang memakai model wawancara tatap muka, pembobotan hasil pengukuran indeks daya saing dengan memasukkan evaluasi masyarakat terkait pembangunan pariwisata di daerah masing-masing yang dilakukan Litbang Kompas,” jelas Kadis Periwisata Kota Denpasar, Wayan Gunawan.

Menurut Wayan, hasil ini tak terlepas dari kegiatan yang diluncurkan Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dengan pinjaman dari seluruh masyarakat Kota Denpasar dalam pembangunan dan pengembangan bidang pariwisata. Kegiatan pelestarian dan penguatan budaya, infrastruktur, kebersihan, sosial, keamanan dan ketertiban, sampai pendidikan,selalu dijaga dengan baik. “Heritage City Tour juga menjadi pola Pemkot Denpasar dalam menyebarkan tempat pariwisata yang ada serta sanggup diperkenalkan secara luas,” paparnya.

Gunawan juga mengungkapkan kegiatan Walikota Rai Mantra yang mengajak seluruh pengusaha hotel untuk mewujudkan green city melalui green hotel. Dalam mengimplementasikannya juga harus sejalan dengan dari Tri Hita Karana.“Penghargaan ini nantinya sanggup memacu kembali program-program Pariwisata Budaya yang tentunya didukung penuh seluruh masyarakat Kota Denpasar,” ujar Gunawan.

Selain Denpasar, Kota Surakarta juga Berjaya di kategori Aspek Tata Kelola. Untuk Aspek Tata Kelola,Surakarta menyambar skor skor 3,99. Peringkat tertinggi berdasarkan Aspek Potensi (jumlah) Wisata Alam dan Wisata Buatan yaitu Kabupaten Sukabumi (skor 3,79), sedangkan peringkat tertinggi berdasarkan Aspek Infrastruktur Pendukung yaitu Kota Makassar (skor 4,39).Berikut ini merupakanHasil Pengukuran Indeks Pariwsata Indonesia:

Sepuluh Peringkat Tertinggi Indeks Pariwisata Indonesia

No.Kota Total Skor IPI
1. Kota Denpasar3,81
2. Kota Surabaya3,74
3. Kota Batam3,73
4. Kab Sleman3,72
5. Kota Semarang 3,59
6 . Kab Badung3,55
7. Kota Bandung 3,39
8 . Kab Banyuwangi 3,30
9. Kab Bogor 3,27
10. Kab Bantul 3,22

5 Peringkat Tertinggi Aspek Lingkungan Pendukung Bisnis Pariwisata
No KAB/KOTA SKOR PERINGKAT
1 Kota Denpasar 3,71 1
2 Sleman 3,42 2
3 Kota Semarang 3,26 3
4 Kota Surabaya 3,21 4
5 Bantul 3,19 5

5 Peringkat Tertinggi Aspek Tata Kelola Pariwisata

No KAB/KOTA SKOR PERINGKAT
1 Kota Surakarta 3,991
2 Kota Denpasar 3,792
3 Badung3,683
4 Kota Makassar 3,594
5 Kota Yogyakarta 3,545

5 Peringkat Tertinggi Aspek Infrastruktur Pendukung Pariwisata
No KAB/KOTA SKOR PERINGKAT
1 Kota Makassar 4,391
2 Kota Denpasar 4,122
3 Kota Bandung 4,123
4 Kota Surabaya 3,894
5 Kota Palembang 3,755

5 Peringkat Tertinggi Aspek Potensi Wisata Alam dan Wisata Buatan

No KAB/KOTA SKOR PERINGKAT
1 Sukabumi 3,791
2 Badung 3,452
3 Bogor 3,393
4 Wakatobi 3,294
5 Raja Ampat 3,255


Sumber detik.com

Prambanan Trans bergerak dibidang Jasa Transportasi yang beroperasi di Yogyakarta. Berdiri sejak 2007 kami memiliki visi untuk menyediakan sewa mobil dengan Excellent Service untuk mewujudkan misi kami menjadi perusahaan Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta.
Untuk mewujudkan misi kami menjadi Sewa Mobil Terbaik dan Terpercaya di Yogyakarta, kami memiliki Tim yang terbaik. Staff Management yang profesional serta layanan pelanggan yang ramah siap melayani anda.
Prambanan Trans memiliki driver yang sudah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat, keterampilan mengemudi handal, ramah, mengusai rute perjalanan dan memiliki wawasan pariwisata.